Pages

Subscribe:

Labels

PEngertian manajemen konflik

Definisi Konflik :
Menurut Nardjana (1994) Konflik adalah akibat situasi dimana keinginan atau kehendak yang berbeda atau berlawanan antara satu dengan yang lain, sehingga salah satu atau keduanya saling terganggu.

Menurut Killman dan Thomas (1978), konflik merupakan kondisi terjadinya ketidakcocokan antar nilai atau tujuan-tujuan yang ingin dicapai, baik yang ada dalam diri individu maupun dalam hubungannya dengan orang lain. Kondisi yang telah dikemukakan tersebut dapat mengganggu bahkan menghambat tercapainya emosi atau stres yang mempengaruhi efisiensi dan produktivitas kerja (Wijono,1993, p.4)

Menurut Wood, Walace, Zeffane, Schermerhorn, Hunt, dan Osborn (1998:580) yang dimaksud dengan konflik (dalam ruang lingkup organisasi) adalah: Conflict
is a situation which two or more people disagree over issues of organisational substance and/or experience some emotional antagonism with one another.
yang kurang lebih memiliki arti bahwa konflik adalah suatu situasi dimana dua atau banyak orang saling tidak setuju terhadap suatu permasalahan yang menyangkut kepentingan organisasi dan/atau dengan timbulnya perasaan permusuhan satu dengan yang lainnya.

Menurut Stoner Konflik organisasi adalah mencakup ketidaksepakatan soal alokasi sumberdaya yang langka atau peselisihan soal tujuan, status, nilai, persepsi, atau kepribadian. (Wahyudi, 2006:17)

Daniel Webster mendefinisikan konflik sebagai:
1. Persaingan atau pertentangan antara pihak-pihak yang tidak cocok satu sama lain.
2. Keadaan atau perilaku yang bertentangan (Pickering, 2001).

Ciri-Ciri Konflik :

Menurut Wijono( 1993 : 37) Ciri-ciri Konflik adalah :
1. Setidak-tidaknya ada dua pihak secara perseorangan maupun kelompok yang terlibat dalam suatu interaksi yang saling bertentangan.
2. Paling tidak timbul pertentangan antara dua pihak secara perseorangan maupun kelompok dalam mencapai tujuan, memainkan peran dan ambigius atau adanya nilai-nilai atau norma yang saling berlawanan.
3. Munculnya interaksi yang seringkali ditandai oleh gejala-gejala perilaku yang direncanakan untuk saling meniadakan, mengurangi, dan menekan terhadap pihak lain agar dapat memperoleh keuntungan seperti: status, jabatan, tanggung jawab, pemenuhan berbagai macam kebutuhan fisik: sandang- pangan, materi dan kesejahteraan atau tunjangan-tunjangan tertentu: mobil, rumah, bonus, atau pemenuhan kebutuhan sosio-psikologis seperti: rasa aman, kepercayaan diri, kasih, penghargaan dan aktualisasi diri.
4. Munculnya tindakan yang saling berhadap-hadapan sebagai akibat pertentangan yang berlarut-larut.
5. Munculnya ketidakseimbangan akibat dari usaha masing-masing pihak yang terkait dengan kedudukan, status sosial, pangkat, golongan, kewibawaan, kekuasaan, harga diri, prestise dan sebagainya.

Tahapan-Tahapan Perkembangan kearah terjadinya Konflik :
1. Konflik masih tersembunyi (laten)
Berbagai macam kondisi emosional yang dirasakan sebagai hal yang biasa dan tidak dipersoalkan sebagai hal yang mengganggu dirinya.
2. Konflik yang mendahului (antecedent condition)
Tahap perubahan dari apa yang dirasakan secara tersembunyi yang belum mengganggu dirinya, kelompok atau organisasi secara keseluruhan, seperti timbulnya tujuan dan nilai yang berbeda, perbedaan peran dan sebagainya.
3. Konflik yang dapat diamati (perceived conflicts) dan konflik yang dapat dirasakan (felt conflict)
Muncul sebagai akibat antecedent condition yang tidak terselesaikan.
4. Konflik terlihat secara terwujud dalam perilaku (manifest behavior)
Upaya untuk mengantisipasi timbulnya konflik dan sebab serta akibat yang ditimbulkannya; individu, kelompok atau organisasi cenderung melakukan berbagai mekanisme pertahanan diri melalui perilaku.
5. Penyelesaian atau tekanan konflik
Pada tahap ini, ada dua tindakan yang perlu diambil terhadap suatu konflik, yaitu penyelesaian konflik dengan berbagai strategi atau sebaliknya malah ditekan.
6. Akibat penyelesaian konflik
Jika konflik diselesaikan dengan efektif dengan strategi yang tepat maka dapat memberikan kepuasan dan dampak positif bagi semua pihak. Sebaliknya bila tidak, maka bisa berdampak negatif terhadap kedua belah pihak sehingga mempengaruhi produkivitas kerja.(Wijono, 1993, 38-41).

Sumber-Sumber Konflik :

1. Konflik Dalam Diri Individu (Intraindividual Conflict)
A. Konflik yang berkaitan dengan tujuan yang hendak dicapai (goal conflict)
Menurut Wijono (1993, pp.7-15), ada tiga jenis konflik yang berkaitan dengan tujuan yang hendak dicapai (goal conflict), yaitu:
1) Approach-approach conflict, dimana orang didorong untuk melakukan pendekatan positif terhadap dua persoalan atau lebih, tetapi tujuan-tujuan yang dicapai saling terpisah satu sama lain.
2) Approach-Avoidance Conflict, dimana orang didorong untuk melakukan pendekatan terhadap persoalan-persoalan yang mengacu pada satu tujuandan pada waktu yang sama didorong untuk melakukan terhadap persoalan-persoalan tersebut dan tujuannya dapat mengandung nilai positif dan negatif bagi orang yang mengalami konflik tersebut.
3) Avoidance-Avoidance Conflict, dimana orang didorong untuk menghindari dua atau lebih hal yang negatif tetapi tujuan-tujuan yang dicapai saling terpisah satu sama lain.
Dalam hal ini, approach-approach conflict merupakan jenis konflik yang mempunyai resiko paling kecil dan mudah diatasi, serta akibatnya tidak begitu fatal.

B. Konflik yang berkaitan dengan peran dan ambigius
Di dalam organisasi, konflik seringkali terjadi karena adanya perbedaan peran dan ambigius dalam tugas dan tanggung jawab terhadap sikap-sikap, nilai-nilai dan harapan-harapan yang telah ditetapkan dalam suatu organisasi.
Filley and House memberikan kesimpulan atas hasil penyelidikan kepustakaan mengenai konflik peran dalam organisasi, yang dicatat melalui indikasi-indikasi yang dipengaruhi oleh empat variabel pokok yaitu :
1) Mempunyai kesadaran akan terjadinya konflik peran.
2) Menerima kondisi dan situasi bila muncul konflik yang bisa membuat tekanan-tekanan dalam pekerjaan.
3) Memiliki kemampuan untuk mentolelir stres.
4) Memperkuat sikap/sifat pribadi lebih tahan dalam menghadapi konflik yang muncul dalam organisasi (Wijono, 1993, p.15).

Stevenin (2000, pp.132-133), ada beberapa faktor yang mendasari munculnya konflik antar pribadi dalam organisasi misalnya adanya:
1. Pemecahan masalah secara sederhana. Fokusnya tertuju pada penyelesaian masalah dan orang-orangnya tidak mendapatkan perhatian utama.
2. Penyesuaian/kompromi. Kedua pihak bersedia saling memberi dan menerima, namun tidak selalu langsung tertuju pada masalah yang sebenarnya.
Waspadailah masalah emosi yang tidak pernah disampaikan kepada manajer. Kadang-kadang kedua pihak tetap tidak puas.
3. Tidak sepakat. Tingkat konflik ini ditandai dengan pendapat yang diperdebatkan. Mengambil sikap menjaga jarak. Sebagai manajer, manajer perlu memanfaatkan dan menunjukkan aspek-aspek yang sehat dari ketidaksepakatan tanpa membiarkan adanya perpecahan dalam kelompok.
4. Kalah/menang. Ini adalah ketidaksepakatan yang disertai sikap bersaing yang amat kuat. Pada tingkat ini, sering kali pendapat dan gagasan orang lain kurang dihargai. Sebagian di antaranya akan melakukan berbagai macam cara untuk memenangkan pertarungan.
5. Pertarungan/penerbangan. Ini adalah konflik “penembak misterius”. Orang-orang yang terlibat di dalamnya saling menembak dari jarak dekat kemudian mundur untuk menyelamatkan diri. Bila amarah meledak, emosi pun menguasai akal sehat. Orang-orang saling berselisih.
6. Keras kepala. Ini adalah mentalitas “dengan caraku atau tidak sama sekali”.
Satu-satunya kasih karunia yang menyelamatkan dalam konflik ini adalah karena biasanya hal ini tetap mengacu pada pemikiran yang logis. Meskipun demikian, tidak ada kompromi sehingga tidak ada penyelesaian.
7. Penyangkalan. Ini adalah salah satu jenis konflik yang paling sulit diatasi karena tidak ada komunikasi secara terbuka dan terus-terang. Konflik hanya dipendam. Konflik yang tidak bisa diungkapkan adalah konflik yang tidak bisa diselesaikan.

Dampak Konflik
Konflik dapat berdampak positif dan negatif yang rinciannya adalah sebagai berikut :
1. Dampak Positif Konflik
Menurut Wijono (1993:3), bila upaya penanganan dan pengelolaan konflik karyawan dilakukan secara efisien dan efektif maka dampak positif akan muncul melalui perilaku yang dinampakkan oleh karyawan sebagai sumber daya manusia potensial dengan berbagai akibat seperti:
1. Meningkatnya ketertiban dan kedisiplinan dalam menggunakan waktu bekerja, seperti hampir tidak pernah ada karyawan yang absen tanpa alasan yang jelas, masuk dan pulang kerja tepat pada waktunya, pada waktu jam kerja setiap karyawan menggunakan waktu secara efektif, hasil kerja meningkat baik kuantitas maupun kualitasnya.
2. Meningkatnya hubungan kerjasama yang produktif. Hal ini terlihat dari cara pembagian tugas dan tanggung jawab sesuai dengan analisis pekerjaan masing-masing.
3. Meningkatnya motivasi kerja untuk melakukan kompetisi secara sehat antar pribadi maupun antar kelompok dalam organisasi, seperti terlihat dalam upaya peningkatan prestasi kerja, tanggung jawab, dedikasi, loyalitas, kejujuran, inisiatif dan kreativitas.
4. Semakin berkurangnya tekanan-tekanan, intrik-intrik yang dapat membuat stress bahkan produktivitas kerja semakin meningkat. Hal ini karena karyawan memperoleh perasaan-perasaan aman, kepercayaan diri, penghargaan dalam keberhasilan kerjanya atau bahkan bisa mengembangkan karier dan potensi dirinya secara optimal.
5. Banyaknya karyawan yang dapat mengembangkan kariernya sesuai dengan potensinya melalui pelayanan pendidikan (education), pelatihan (training) dan konseling (counseling) dalam aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Semua ini bisa menjadikan tujuan organisasi tercapai dan produktivitas kerja meningkat akhirnya kesejahteraan karyawan terjamin.

2. Dampak Negatif Konflik
Dampak negatif konflik (Wijono, 1993, p.2), sesungguhnya disebabkan oleh kurang efektif dalam pengelolaannya yaitu ada kecenderungan untuk membiarkan konflik tumbuh subur dan menghindari terjadinya konflik. Akibatnya muncul keadaan-keadaan sebagai berikut:
1. Meningkatkan jumlah absensi karyawan dan seringnya karyawan mangkir pada waktu jam-jam kerja berlangsung seperti misalnya ngobrol berjam-jam sambil mendengarkan sandiwara radio, berjalan mondar-mandir menyibukkan diri, tidur selama pimpinan tidak ada di tempat, pulang lebih awal atau datang terlambat dengan berbagai alasan yang tak jelas.
2. Banyak karyawan yang mengeluh karena sikap atau perilaku teman kerjanya yang dirasakan kurang adil dalam membagi tugas dan tanggung jawab.
Seringnya terjadi perselisihan antar karyawan yang bisa memancing kemarahan, ketersinggungan yang akhirnya dapat mempengaruhi pekerjaan, kondisi psikis dan keluarganya.
3. Banyak karyawan yang sakit-sakitan, sulit untuk konsentrasi dalam pekerjaannya, muncul perasaan-perasaan kurang aman, merasa tertolak oleh teman ataupun atasan, merasa tidak dihargai hasil pekerjaannya, timbul stres yang berkepanjangan yang bisa berakibat sakit tekanan darah tinggi, maag ataupun yang lainnya.
4. Seringnya karyawan melakukan mekanisme pertahanan diri bila memperoleh teguran dari atasan, misalnya mengadakan sabotase terhadap jalannya produksi, dengan cara merusak mesin-mesin atau peralatan kerja, mengadakan provokasi terhadap rekan kerja, membuat intrik-intrik yang merugikan orang lain.
5. Meningkatnya kecenderungan karyawan yang keluar masuk dan ini disebut labor turn-over. Kondisi semacam ini bisa menghambat kelancaran dan kestabilan organisasi secara menyeluruh karena produksi bisa macet, kehilangan karyawan potensial, waktu tersita hanya untuk kegiatan seleksi dan memberikan latihan dan dapat muncul pemborosan dalam cost benefit.

Konflik yang tidak terselesaikan dapat merusak lingkungan kerja sekaligus orang-orang di dalamnya, oleh karena itu konflik harus mendapat perhatian. Jika tidak, maka seorang manajer akan terjebak pada hal-hal seperti:
1. Kehilangan karyawan yang berharga dan memiliki keahlian teknis. Dapat saja mereka mengundurkan diri. Manajer harus menugaskan mereka kembali, dan contoh yang paling buruk adalah karena mungkin Manajer harus memecat mereka.
2. Menahan atau mengubah informasi yang diperlukan rekan-rekan sekerja yang lurus hati agar tetap dapat mencapai prestasi.
3. Keputusan yang lebih buruk yang diambil oleh perseorangan atau tim karena mereka sibuk memusatkan perhatian pada orangnya, bukan pada masalahnya.
4. Kemungkinan sabotase terhadap pekerjaan atau peralatan. Seringkali dimaklumi sebagai faktor “kecelakaan” atau “lupa”. Namun, dapat membuat pengeluaran yang diakibatkan tak terhitung banyaknya.
5. Sabotase terhadap hubungan pribadi dan reputasi anggota tim melalui gosip dan kabar burung. Segera setelah orang tidak memusatkan perhatian pada tujuan perubahan, tetapi pada masalah emosi dan pribadi, maka perhatian mereka akan terus terpusatkan ke sana.
6. Menurunkan moral, semangat, dan motivasi kerja. Seorang karyawan yang jengkel dan merasa ada yang berbuat salah kepadanya tidak lama kemudian dapat meracuni seluruh anggota tim. Bila semangat sudah berkurang, manajer akan sulit sekali mengobarkannya kembali.
7. Masalah yang berkaitan dengan stres. Ada bermacam-macam, mulai dari efisiensi yang berkurang sampai kebiasaan membolos kerja. (Stevenin,2000 : 131-132).

Strategi Mengatasi Konflik
Menurut Stevenin (2000, pp.134-135), terdapat lima langkah meraih kedamaian dalam konflik. Apa pun sumber masalahnya, lima langkah berikut ini bersifat mendasar dalam mengatasi kesulitan:
1. Pengenalan
Kesenjangan antara keadaan yang ada diidentifikasi dan bagaimana keadaan yang seharusnya. Satu-satunya yang menjadi perangkap adalah kesalahan dalam mendeteksi (tidak mempedulikan masalah atau menganggap ada masalah padahal sebenarnya tidak ada).
2. Diagnosis
Inilah langkah yang terpenting. Metode yang benar dan telah diuji mengenai siapa, apa, mengapa, dimana, dan bagaimana berhasil dengan sempurna. Pusatkan perhatian pada masalah utama dan bukan pada hal-hal sepele.
3. Menyepakati suatu solusi
Kumpulkanlah masukan mengenai jalan keluar yang memungkinkan dari orang-orang yang terlibat di dalamnya. Saringlah penyelesaian yang tidak dapat diterapkan atau tidak praktis. Jangan sekali-kali menyelesaikan dengan cara yang tidak terlalu baik. Carilah yang terbaik.
4. Pelaksanaan
Ingatlah bahwa akan selalu ada keuntungan dan kerugian. Hati-hati, jangan biarkan pertimbangan ini terlalu mempengaruhi pilihan dan arah kelompok.
5. Evaluasi
Penyelesaian itu sendiri dapat melahirkan serangkaian masalah baru. Jika penyelesaiannya tampak tidak berhasil, kembalilah ke langkah-langkah sebelumnya dan cobalah lagi.

Stevenin (1993 : 139-141) juga memaparkan bahwa ketika mengalami konflik, ada hal-hal yang tidak boleh dilakukan di tengah-tengah konflik, yaitu:
1. Jangan hanyut dalam perebutan kekuasaan dengan orang lain. Ada pepatah dalam masyarakat yang tidak dapat dipungkiri, bunyinya: bila wewenang bertambah maka kekuasaan pun berkurang, demikian pula sebaiknya.
2. Jangan terlalu terpisah dari konflik. Dinamika dan hasil konflik dapat ditangani secara paling baik dari dalam, tanpa melibatkan pihak ketiga.
3. Jangan biarkan visi dibangun oleh konflik yang ada. Jagalah cara pandang dengan berkonsentrasi pada masalah-masalah penting. Masalah yang paling mendesak belum tentu merupakan kesempatan yang terbesar.

Menurut Wijono (1993 : 42-125) strategi mengatasi konflik, yaitu:

1. Strategi Mengatasi Konflik Dalam Diri Individu (Intraindividual Conflict)
Menurut Wijono (1993 : 42-66), untuk mengatasi konflik dalam diri individu diperlukan paling tidak tujuh strategi yaitu:
1) Menciptakan kontak dan membina hubungan
2) Menumbuhkan rasa percaya dan penerimaan
3) Menumbuhkan kemampuan /kekuatan diri sendiri
4) Menentukan tujuan
5) Mencari beberapa alternatif
6) Memilih alternatif
7) Merencanakan pelaksanaan jalan keluar

2. Strategi Mengatasi Konflik Antar Pribadi (Interpersonal Conflict)

Menurut Wijono (1993 : 66-112), untuk mengatasi konflik dalam diri individu diperlukan paling tidak tiga strategi yaitu:

1) Strategi Kalah-Kalah (Lose-Lose Strategy)
Beorientasi pada dua individu atau kelompok yang sama-sama kalah. Biasanya individu atau kelompok yang bertikai mengambil jalan tengah (berkompromi) atau membayar sekelompok orang yang terlibat dalam konflik atau menggunakan jasa orang atau kelompok ketiga sebagai penengah.
Dalam strategi kalah-kalah, konflik bisa diselesaikan dengan cara melibatkan pihak ketiga bila perundingan mengalami jalan buntu. Maka pihak ketiga diundang untuk campur tangan oleh pihak-pihak yang berselisih atau barangkali bertindak atas kemauannya sendiri. Ada dua tipe utama dalam campur tangan pihak ketiga yaitu:
a. Arbitrasi (Arbitration)
Arbitrasi merupakan prosedur di mana pihak ketiga mendengarkan kedua belah pihak yang berselisih, pihak ketiga bertindak sebagai hakim dan penengah dalam menentukan penyelesaian konflik melalui suatu perjanjian yang mengikat.
b. Mediasi (Mediation)
Mediasi dipergunakan oleh Mediator untuk menyelesaikan konflik tidak seperti yang diselesaikan oleh abriator, karena seorang mediator tidak mempunyai wewenang secara langsung terhadap pihak-pihak yang bertikai dan rekomendasi yang diberikan tidak mengikat.

2) Strategi Menang-Kalah (Win-Lose Strategy)
Dalam strategi saya menang anda kalah (win lose strategy), menekankan adanya salah satu pihak yang sedang konflik mengalami kekalahan tetapi yang lain memperoleh kemenangan.
Beberapa cara yang digunakan untuk menyelesaikan konflik
dengan win-lose strategy (Wijono, 1993 : 44), dapat melalui:
a. Penarikan diri, yaitu proses penyelesaian konflik antara dua atau lebih pihak yang kurang puas sebagai akibat dari ketergantungan tugas (task independence).
b. Taktik-taktik penghalusan dan damai, yaitu dengan melakukan tindakan perdamaian dengan pihak lawan untuk menghindari terjadinya konfrontasi terhadap perbedaan dan kekaburan dalam batas-batas bidang kerja (jurisdictioanal ambiquity).
c. Bujukan, yaitu dengan membujuk pihak lain untuk mengubah posisinya untuk mempertimbangkan informasi-informasi faktual yang relevan dengan konflik, karena adanya rintangan komunikasi (communication barriers).
d. Taktik paksaan dan penekanan, yaitu menggunakan kekuasaan formal dengan menunjukkan kekuatan (power) melalui sikap otoriter karena dipengaruhi oleh sifat-sifat individu (individual traits).
e. Taktik-taktik yang berorientasi pada tawar-menawar dan pertukaran persetujuan sehingga tercapai suatu kompromi yang dapat diterima oleh dua belah pihak, untuk menyelesaikan konflik yang berkaitan dengan persaingan terhadap sumber-sumber (competition for resources) secara optimal bagi pihak-pihak yang berkepentingan.

3) Strategi Menang-Menang (Win-Win Strategy)
Penyelesaian yang dipandang manusiawi, karena menggunakan segala pengetahuan, sikap dan keterampilan menciptakan relasi komunikasi dan interaksi yang dapat membuat pihak-pihak yang terlibat saling merasa aman dari ancaman, merasa dihargai, menciptakan suasana kondusif dan memperoleh kesempatan untuk mengembangkan potensi masing-masing dalam upaya penyelesaian konflik. Jadi strategi ini menolong memecahkan masalah pihak-pihak yang terlibat dalam konflik, bukan hanya sekedar memojokkan orang.
Strategi menang-menang jarang dipergunakan dalam organisasi dan industri, tetapi ada 2 cara didalam strategi ini yang dapat dipergunakan sebagai alternatif pemecahan konflik interpersonal yaitu:
a. Pemecahan masalah terpadu (Integrative Problema Solving) Usaha untuk menyelesaikan secara mufakat atau memadukan kebutuhan-kebutuhan kedua belah pihak.
b. Konsultasi proses antar pihak (Inter-Party Process Consultation) Dalam penyelesaian melalui konsultasi proses, biasanya ditangani oleh konsultan proses, dimana keduanya tidak mempunyai kewenangan untuk menyelesaikan konflik dengan kekuasaan atau menghakimi
salah satu atau kedua belah pihak yang terlibat konflik

3. Strategi Mengatasi Konflik Organisasi (Organizational Conflict)

Menurut Wijono (1993, pp.113-125), ada beberapa strategi yang bisa dipakai untuk mengantisipasi terjadinya konflik organisasi diantaranya adalah:

1) Pendekatan Birokratis (Bureaucratic Approach)
Konflik muncul karena adanya hubungan birokratis yang terjadi secara vertikal dan untuk menghadapi konflik vertikal model ini, manajer cenderung menggunakan struktur hirarki (hierarchical structure) dalam hubungannya secara otokritas. Konflik terjadi karena pimpinan berupaya mengontrol segala aktivitas dan tindakan yang dilakukan oleh bawahannya. Strategi untuk pemecahan masalah konflik seperti ini biasanya dipergunakan sebagai pengganti dari peraturan-peraturan birokratis untuk mengontrol pribadi bawahannya. Pendekatan birokratis (Bureaucratic Approach) dalam organisasi bertujuan mengantisipasi konflik vertikal (hirarkie) didekati dengan cara menggunakan hirarki
struktural (structural hierarchical).

2) Pendekatan Intervensi Otoritatif Dalam Konflik Lateral (Authoritative Intervention in Lateral Conflict)
Bila terjadi konflik lateral, biasanya akan diselesaikan sendiri oleh pihak-pihak yang terlibat konflik. Kemudian jika konflik tersebut ternyata tidak dapat diselesaikan secara konstruktif, biasanya manajer langsung melakukan intervensi secara otoratif kedua belah pihak.

3) Pendekatan Sistem (System Approach)
Model pendekatan perundingan menekankan pada masalah-masalah kompetisi dan model pendekatan birokrasi menekankan pada kesulitan-kesulitan dalam kontrol, maka pendekatan sistem (system Approach) adalah mengkoordinasikan masalah-masalah konflik yang muncul.
Pendekatan ini menekankan pada hubungan lateral dan horizontal antara fungsi-fungsi pemasaran dengan produksi dalam suatu organisasi.

4) Reorganisasi Struktural (Structural Reorganization)
Cara pendekatan dapat melalui mengubah sistem untuk melihat kemungkinan terjadinya reorganisasi struktural guna meluruskan perbedaan kepentingan dan tujuan yang hendak dicapai kedua belah pihak, seperti membentuk wadah baru dalam organisasi non formal untuk mengatasi konflik yang berlarut-larut sebagai akibat adanya saling ketergantungan tugas (task interdependence) dalam mencapai kepentingan dan tujuan yang berbeda sehingga fungsi organisasi menjadi kabur.
21.16 | 0 komentar | Read More

5 Tips Untuk Pertimbangkan Ketika Mencari Asuransi Personal Trainer

Ketika mencari asuransi bisnis kewajiban untuk pelatih pribadi, ada banyak masalah yang harus dipertimbangkan. Sebagai pemilik bisnis kecil, Anda perlu asuransi bisnis kewajiban yang baik untuk melindungi tidak hanya Anda tetapi juga keluarga Anda. Bagian dari memiliki bisnis Anda meninjau pengeluaran Anda. Memotong sudut pada kebijakan asuransi Anda tidak akan menjadi ide yang baik.

Ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan ketika belanja untuk asuransi kewajiban bisnis yang tepat. Misalnya, Anda perlu menentukan berapa banyak asuransi yang Anda butuhkan untuk bisnis Anda, apa yang termasuk dalam kebijakan Anda, meminta pelatih lain pendapat mereka, belanja sekitar pada setiap tahun untuk cakupan asuransi yang lebih baik dan menjaga catatan akurat.

1) Memperoleh Sedikitnya $ 500.000 Dalam Liability Insurance. Asuransi akan melindungi Anda dari risiko kewajiban yang dikenakan oleh tuntutan hukum dan klaim serupa. Dalam hal bahwa Anda dituntut untuk klaim, biaya yang berkaitan dengan klaim akan datang dalam jangkauan polis asuransi.

2) Tinjauan Kebijakan. Baca baik cetak dan memastikan bahwa itu mencakup Anda untuk setiap luka yang diderita oleh klien di lokasi atau setelah latihan. Jika tidak mencakup klien dalam situasi ini, kemudian terus mencari kebijakan lain asuransi. Juga, memastikan bahwa kebijakan tersebut mencakup biaya hukum, perlindungan 24-jam, cakupan biaya medis dan cakupan kerusakan properti. Pastikan bahwa perusahaan asuransi mendasarkan premi pada jenis bisnis yang Anda sendiri. Ini bisa membuat perbedaan besar dalam premi bulanan Anda dan untuk garis bawah Anda.

3) Jadilah Bagian Dari Sebuah Asosiasi Personal Trainer. Anda mungkin akan membeli asuransi pada tingkat kelompok yang akan lebih besar daripada biaya biaya asosiasi tahunan. Juga, tanyakan pelatih pribadi lainnya pengalaman mereka dengan kebijakan asuransi dan agen. Anda mungkin menemukan beberapa penawaran hebat dan membuat beberapa teman-teman dalam proses.

4) Toko Sekitar. Dapatkan beberapa kutipan dari agen yang berbeda. Mintalah agen asuransi untuk menjelaskan bidang kebijakan yang tidak jelas atau tidak mudah dimengerti. Mengajukan banyak pertanyaan dan Anda mungkin menemukan daerah di mana Anda mungkin perlu cakupan. Setiap kali kebijakan Anda karena untuk pembaharuan, toko dan membandingkan tarif. Tarif asuransi berubah setiap tahun, tetapi operator asuransi tidak selalu lulus tabungan pada pemegang kebijakan saat ini. Itu dalam kepentingan terbaik Anda untuk memeriksa harga pada kutipan yang sering bersaing dan meminta pelatih pribadi lain tarif asuransi mereka.

5) Jaga Rekor Bisnis Akurat. Bisnis premi asuransi didasarkan pada catatan Anda. Misalnya, aset yang digunakan untuk bisnis pelatih pribadi Anda akan terdepresiasi dari waktu ke waktu. Sebagai aset terdepresiasi, begitu pula premi asuransi Anda. Juga, menginformasikan agen Anda dari setiap aset yang Anda miliki dibuang, sehingga Anda tidak akan bertanggung jawab untuk membayar premi tahunan pada item-item lagi.

Ini semua item yang perlu dipertimbangkan ketika mencari asuransi. Anda dapat menyimpan banyak uang dan sakit kepala dimuka jika Anda menempatkan upaya tepat di awal proses.
By
21.04 | 0 komentar | Read More

Sistem Pengendalian Intern Seperti Berkaitan dengan Manajemen Risiko

Tyco, WorldCom, dan Enron adalah contoh perusahaan yang gagal karena kontrol internal yang tidak tepat. Sistem kontrol internal yang berguna untuk organisasi karena mereka mengidentifikasi dan memperbaiki kesalahan akuntansi atau penipuan. Namun, kontrol internal tidak ada gunanya jika risiko yang terkait dengan keputusan rutin organisasi tidak dipantau. Manajemen risiko perusahaan (ERM) berfokus pada risiko operasional organisasi dan memastikan bahwa kontrol berada di tempat untuk menghilangkan, mengurangi, atau kompensasi untuk risiko-risiko (Louwers, Ramsay, Sinason, & Strawser). Selain itu, ERM mengidentifikasi dan menilai risiko dengan tujuan manajemen dengan mengevaluasi komponen pengendalian internal, kontrol lingkungan, penilaian risiko, prosedur pengendalian, pemantauan, dan informasi dan komunikasi.

Kontrol Lingkungan

Suatu lingkungan pengendalian yang efektif terutama mendefinisikan struktur organisasi, komitmen terhadap kompetensi, tugas wewenang dan tanggung jawab, dan fungsi audit internal. Kontrol lingkungan penting semua jenis pendekatan risiko karena menetapkan nada organisasi, dasar pengendalian internal organisasi, dan respon terhadap risiko (Louwers dkk).

Penilaian Resiko

Penilaian risiko adalah proses yang digunakan untuk memperkirakan kemungkinan dan dampak risiko pada tujuan manajemen. Penilaian risiko umumnya termasuk risiko-respon. Setelah potensi risiko diidentifikasi, mereka menjadi bagian dari portofolio risiko organisasi. Respon risiko kemudian digunakan untuk mengevaluasi korelasi dan dampak total dan membuat perubahan untuk mengoptimalkan portofolio risiko (McCarthy, Flynn, dan Brownstein).

Kontrol Prosedur

Prosedur pengendalian adalah tindakan yang diambil oleh manajemen untuk menghilangkan, mengurangi, dan kompensasi untuk risiko (Louwers et al.). Prosedur pengendalian yang paling sering digunakan adalah kinerja review, pemisahan tugas, pengendalian fisik, dan pemrosesan informasi kontrol. Tinjauan kinerja manajemen memberikan kesempatan untuk melakukan evaluasi berkala tujuan organisasi dan memastikan mereka terpenuhi. Pemisahan tugas memisahkan tugas-tugas seperti otorisasi untuk melakukan transaksi, pencatatan transaksi, dan rekonsiliasi periodik aset yang ada untuk jumlah saat ini untuk mengurangi risiko individu menciptakan dan menyembunyikan kesalahan, penipuan, dan salah saji dalam organisasi (Louwers dkk.). Organisasi memiliki kontrol fisik di tempat untuk mencegah akses ke dokumen, persediaan, dan bidang-bidang tertentu oleh individu yang tidak sah. Informasi-pengolahan kontrol membuat audit dan berada di tempat untuk memastikan transaksi laporan keuangan yang diproses dengan benar.

Pemantauan

Monitoring adalah penilaian berkelanjutan dari kualitas pengendalian internal organisasi. Contoh kontrol pemantauan dapat mencakup menganalisis keluhan pelanggan atau penjual penagihan, mengawasi akurasi pemrosesan transaksi, dan membandingkan jumlah tercatat aktiva dan kewajiban (Louwers et al.). Kegiatan pemantauan serupa untuk mengontrol aktivitas. Tidak seperti kegiatan pengendalian, kegiatan pemantauan lebih mendalam karena mereka termasuk mengidentifikasi kelemahan dalam kontrol lainnya. Meskipun pemantauan meliputi tugas yang berhubungan manajemen, komite audit umumnya diberikan tugas ini.

Informasi dan Komunikasi

Informasi dan komunikasi yang diperlukan bagi manajemen untuk menyelesaikan tujuan organisasi. Sistem informasi yang efektif ketika mereka secara konsisten memberikan tepat waktu, saat ini, informasi yang akurat, dan dapat diakses terkait dengan sumber eksternal organisasi. Komunikasi adalah sarana menyampaikan informasi dengan sumber internal dan eksternal melalui laporan produksi dan distribusi (Louwers et al.).

Kesimpulan

Asuransi dan portofolio pendekatan alat yang baik karena mereka memberikan kesempatan organisasi untuk menyelaraskan investasi mereka dalam jangkauan resiko ditoleransi mereka dan menghemat biaya investasi yang tidak penting dan relevan dengan tujuan investasi mereka. Namun, pendekatan ini tidak menyediakan evaluasi secara berkala dan tepat waktu yang mengarah pendekatan atau memastikan bahwa tujuan organisasi secara konsisten terpenuhi. Untuk memastikan semua tujuan organisasi terpenuhi dan ditangani dengan benar, implementasi sistem yang akan melengkapi sistem pengendalian internal yang efektif dan pendekatan asuransi dan portofolio yang diperlukan.

Louwers, TJ, Ramsay, RJ, Sinason, DH, & Strawser, JR (2007). Audit & Assurance Services. (2nd ed.). New York: McGraw-Hill.

McCarthy, P., Flynn, T., & Brownstein, R. (2004). Risiko Dari Perspektif CEO dan Dewan: Apa Semua Manajer Harus Tahu Tentang Pertumbuhan dalam Dunia bergejolak. New York: McGraw-Hill.
21.03 | 0 komentar | Read More

Tipe Depresi

Depresi datang dalam berbagai bentuk dan bentuk. Berbagai jenis depresi memiliki gejala yang unik, penyebab, dan efek. Mengetahui apa jenis depresi yang Anda miliki dapat membantu Anda mengelola gejala dan mendapatkan perawatan yang paling efektif.
Depresi berat

Depresi ditandai oleh ketidakmampuan untuk menikmati hidup dan kesenangan pengalaman. Gejala-gejala yang konstan, mulai dari sedang sampai parah. Jika tidak diobati, depresi berat biasanya berlangsung selama sekitar enam bulan. Beberapa orang mengalami episode depresi hanya tunggal dalam hidup mereka, tetapi lebih umum, depresi utama adalah gangguan berulang. Namun, ada banyak hal yang dapat Anda lakukan untuk mendukung suasana hati Anda dan mengurangi risiko kekambuhan.
Atypical Depresi

Depresi atipikal adalah subtipe umum dari depresi berat. Ini fitur pola gejala yang spesifik, termasuk suasana hati sementara dalam menanggapi peristiwa positif. Anda mungkin merasa lebih baik setelah menerima kabar baik atau keluar sementara dengan teman-teman. Namun, hal ini meningkatkan suasana hati cepat berlalu. Gejala lain depresi atipikal termasuk penambahan berat badan, nafsu makan meningkat, tidur berlebihan, perasaan berat di lengan dan kaki, dan kepekaan terhadap penolakan. Depresi atipikal merespon lebih baik untuk beberapa terapi dan obat-obatan daripada yang lain, jadi mengidentifikasi subtipe ini dapat sangat membantu.
Dysthymia (berulang, depresi ringan)

Dysthmia adalah jenis kronis depresi "kelas rendah". Lebih hari daripada tidak, Anda merasa agak atau sedang tertekan, meskipun Anda mungkin memiliki periode singkat mood yang normal. Gejala dysthymia tidak sekuat gejala depresi berat, tetapi mereka bertahan lama (setidaknya dua tahun). Gejala-gejala kronis membuatnya sangat sulit untuk hidup hidup sepenuhnya atau mengingat kali lebih baik. Beberapa orang juga mengalami episode depresi utama di atas dysthymia, kondisi yang dikenal sebagai "depresi ganda." Jika Anda menderita dysthymia, Anda mungkin merasa seperti Anda selalu depresi. Atau Anda mungkin berpikir bahwa suasana hati terus menerus rendah Anda adalah Namun, dysthymia dapat diobati "hanya cara Anda.", Bahkan jika gejala Anda sudah dikenali atau tidak diobati selama bertahun-tahun.
Seasonal Affective Disorder (SAD)

Ada alasan mengapa begitu banyak film dan buku menggambarkan hari hujan dan badai yang suram. Beberapa orang mengalami depresi pada musim gugur atau musim dingin, ketika hari mendung sering terjadi dan sinar matahari terbatas. Ini jenis depresi yang disebut gangguan afektif musiman (SAD). Gangguan afektif musiman adalah lebih umum di iklim utara dan pada orang muda. Seperti depresi, gangguan afektif musiman dapat diobati. Terapi cahaya, pengobatan yang melibatkan paparan cahaya buatan terang, sering membantu meringankan gejala.
Bipolar Disorder: Ketika Depresi adalah Hanya Satu Sisi Coin

Bipolar Disorder: Tanda, Gejala, dan Penyebab gangguan Manic DepressionBipolar, juga dikenal sebagai manik depresi, ditandai dengan perubahan mood bersepeda. Episode depresi bergantian dengan episode manik, yang dapat mencakup perilaku impulsif, hiperaktif, berbicara cepat, dan sedikit tidur. Biasanya, beralih dari satu suasana ekstrim yang lain secara bertahap, dengan setiap manik atau episode depresi berlangsung selama setidaknya beberapa minggu. Ketika depresi, orang dengan gangguan bipolar memperlihatkan gejala biasa depresi berat. Namun, pengobatan untuk depresi bipolar sangat berbeda. Bahkan, antidepresan dapat membuat depresi bipolar lebih buruk.

Lihat Memahami Bipolar Disorder: Tanda, Gejala, dan Pengobatan Manic Depresi
Depresi penyebab dan faktor risiko

Beberapa penyakit memiliki penyebab medis tertentu, membuat pengobatan langsung. Jika Anda memiliki diabetes, Anda mengambil insulin. Jika Anda memiliki usus buntu, Anda memiliki operasi. Tapi depresi lebih rumit. Depresi bukan hanya hasil dari ketidakseimbangan kimia di otak, dan tidak hanya disembuhkan dengan obat-obatan. Para ahli percaya bahwa depresi disebabkan oleh kombinasi faktor biologis, psikologis, dan sosial. Dengan kata lain, pilihan gaya hidup Anda, hubungan, dan keterampilan mengatasi masalah hanya sebanyak-jika tidak lebih-dari genetika. Namun, faktor risiko tertentu membuat Anda lebih rentan terhadap depresi.
Penyebab dan faktor risiko untuk depresi

Kesendirian
Kurangnya dukungan sosial
Terakhir pengalaman hidup stres
Sejarah keluarga depresi
Perkawinan atau hubungan masalah

Keuangan regangan
Anak usia dini trauma atau pelecehan
Alkohol atau penyalahgunaan obat
Pengangguran atau setengah pengangguran
Masalah kesehatan atau sakit kronis


Penyebab depresi Anda membantu menentukan pengobatan

Memahami penyebab dari depresi Anda dapat membantu Anda mengatasi masalah tersebut. Misalnya, jika Anda tertekan karena pekerjaan buntu, perawatan yang terbaik mungkin menemukan karier yang lebih memuaskan, tidak mengambil obat antidepresi. Jika anda baru ke suatu daerah dan merasa kesepian dan sedih, menemukan teman baru di tempat kerja atau melalui hobi mungkin akan memberikan Anda lebih dari dorongan suasana hati daripada pergi ke terapi. Dalam kasus tersebut, depresi ini diatasi dengan mengubah situasi.
Jalan menuju pemulihan depresi

Sama seperti gejala-gejala dan penyebab depresi yang berbeda pada orang berbeda, jadi adalah cara untuk merasa lebih baik. Apa yang bekerja untuk satu orang mungkin tidak bekerja bagi orang lain, dan tidak ada pengobatan satu yang sesuai dalam semua kasus. Jika Anda mengenali tanda-tanda depresi pada diri Anda sendiri atau orang yang dicintai, luangkan waktu untuk menjelajahi banyak pilihan pengobatan. Dalam kebanyakan kasus, pendekatan terbaik melibatkan kombinasi dari dukungan sosial, perubahan gaya hidup, emosional membangun keterampilan, dan bantuan profesional.
Mintalah bantuan dan dukungan

Jika bahkan berpikir untuk mengatasi depresi Anda tampaknya luar biasa, jangan panik. Merasa tak berdaya dan putus asa merupakan gejala depresi-bukan realitas situasi Anda. Ini tidak berarti bahwa Anda lemah atau Anda tidak dapat mengubah! Kunci untuk pemulihan depresi adalah untuk memulai kecil dan meminta bantuan. Memiliki sistem dukungan yang kuat di tempat akan mempercepat pemulihan Anda. Isolasi bahan bakar depresi, sehingga menjangkau orang lain, bahkan ketika Anda merasa seperti hidup sendirian. Biarkan keluarga dan teman-teman tahu apa yang Anda alami dan bagaimana mereka dapat mendukung Anda.
Membuat perubahan gaya hidup sehat

Perubahan gaya hidup tidak selalu mudah untuk membuat, tetapi mereka dapat memiliki dampak besar pada depresi. Perubahan gaya hidup yang dapat sangat efektif meliputi:

Budidaya hubungan yang mendukung
Mendapatkan olahraga teratur dan tidur
Makan sehat secara alami meningkatkan mood
Mengelola stres
Berlatih teknik relaksasi
Menantang pola pikir negatif

Untuk bantuan memulai dan menindaklanjuti dengan perubahan gaya hidup positif, lihat Berurusan dengan Depresi: Self-Help dan Mengatasi Tips.
Membangun ketrampilan emosional

Banyak orang tidak memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk mengelola stres dan emosi keseimbangan. Membangun keterampilan emosional yang dapat memberikan Anda kemampuan untuk mengatasi dan bangkit kembali dari keterpurukan, trauma, dan kehilangan. Dengan kata lain, belajar bagaimana mengenali dan mengekspresikan emosi Anda dapat membuat Anda lebih tangguh.

Untuk membantu belajar bagaimana membangun keterampilan emosional, lihat: Bawa Hidup Anda ke Saldo: Keterampilan Emosional Toolkit
Carilah bantuan profesional

Jika dukungan dari keluarga dan teman-teman, perubahan gaya hidup positif, dan membangun keterampilan emosional tidak cukup, mencari bantuan dari seorang profesional kesehatan mental. Ada pengobatan efektif untuk depresi banyak, termasuk terapi, pengobatan, dan pengobatan alternatif. Belajar tentang pilihan Anda akan membantu Anda memutuskan apa tindakan yang paling mungkin untuk bekerja terbaik untuk situasi khusus Anda dan kebutuhan.
21.01 | 0 komentar | Read More

Memahami Depresi

Merasa turun dari waktu ke waktu adalah bagian normal dari kehidupan. Tapi ketika kehampaan dan keputusasaan memegang dan tidak akan pergi, mungkin depresi. Lebih dari hanya sementara "blues," membuat terendah depresi itu sulit untuk fungsi dan menikmati hidup seperti Anda dulu. Hobi dan teman tidak menarik minat Anda seperti mereka digunakan untuk; Anda kelelahan sepanjang waktu, dan hanya mendapatkan melalui hari dapat banyak. Saat Anda mengalami depresi, hal yang mungkin merasa putus asa, tapi dengan bantuan dan dukungan anda bisa mendapatkan yang lebih baik. Tapi pertama, Anda perlu memahami depresi. Belajar tentang depresi-termasuk tanda-tanda, gejala, penyebab, dan pengobatan adalah langkah pertama untuk mengatasi masalah.
Apa itu depresi?

Kita semua pergi melalui pasang surut dalam suasana hati kita. Kesedihan adalah reaksi normal untuk perjuangan hidup, kemunduran, dan kekecewaan. Banyak orang menggunakan kata "depresi" untuk menjelaskan jenis-jenis perasaan, tetapi depresi jauh lebih dari hanya kesedihan.

Beberapa orang menjelaskan depresi sebagai "hidup dalam lubang hitam" atau memiliki perasaan malapetaka yang akan datang. Namun, beberapa orang depresi tidak merasa sedih sama sekali-mereka mungkin merasa bernyawa, kosong, dan apatis, atau laki-laki khususnya bahkan mungkin merasa marah, agresif, dan gelisah.

Apapun gejala, depresi berbeda dari kesedihan yang normal dalam hal menelan sehari-hari kehidupan Anda, mengganggu kemampuan Anda untuk bekerja, belajar, makan, tidur, dan bersenang-senang. Perasaan tidak berdaya, putus asa, dan tidak berharga yang intens dan tak henti-hentinya, dengan sedikit, jika ada, lega.
Depresi bervariasi dari orang ke orang, tetapi ada beberapa tanda-tanda umum dan gejala. Sangat penting untuk mengingat bahwa gejala-gejala dapat menjadi bagian dari kehidupan yang normal terendah. Tapi gejala yang Anda miliki, semakin kuat mereka, dan semakin lama mereka sudah berlangsung-semakin besar kemungkinan itu adalah bahwa Anda berurusan dengan depresi. Ketika gejala-gejala ini luar biasa dan melumpuhkan, saat itulah saatnya untuk mencari bantuan.
Umum tanda dan gejala depresi

Perasaan tidak berdaya dan keputusasaan. Sebuah prospek suram tak-akan pernah menjadi lebih baik dan tidak ada yang dapat Anda lakukan untuk memperbaiki situasi Anda.
Kehilangan minat dalam kegiatan sehari-hari. Tidak tertarik pada mantan hobi, hiburan, kegiatan sosial, atau seks. Anda telah kehilangan kemampuan untuk merasakan kegembiraan dan kesenangan.
Nafsu makan atau perubahan berat badan. Berat badan yang signifikan kerugian atau berat badan-perubahan lebih dari 5% dari berat badan dalam sebulan.
Tidur perubahan. Insomnia baik, terutama bangun pada jam-jam awal pagi, atau tidur berlebihan (juga dikenal sebagai hipersomnia).
Kemarahan atau iritabilitas. Merasa gelisah, gelisah, atau bahkan kekerasan. Tingkat toleransi Anda rendah, Anda marah pendek, dan segala sesuatu dan setiap orang mendapatkan pada saraf Anda.
Kehilangan energi. Merasa lelah, lesu, dan fisik terkuras. Seluruh tubuh Anda mungkin merasa berat, dan bahkan tugas-tugas kecil yang melelahkan atau memakan waktu lebih lama untuk menyelesaikan.
Membenci diri sendiri. Kuat perasaan tidak berharga atau bersalah. Anda kasar mengkritik diri sendiri untuk kesalahan yang dirasakan dan kesalahan.
Perilaku sembrono. Anda terlibat dalam perilaku eskapis seperti penyalahgunaan zat, perjudian kompulsif, mengemudi sembrono, atau olahraga berbahaya.
Masalah konsentrasi. Masalah fokus, membuat keputusan, atau mengingat sesuatu.
Unexplained sakit dan nyeri. Peningkatan keluhan fisik seperti sakit kepala, nyeri punggung, sakit otot, dan nyeri perut.

Depresi dan bunuh diri

Depresi merupakan faktor risiko utama untuk bunuh diri. Keputusasaan yang mendalam dan keputusasaan yang sejalan dengan depresi dapat membuat bunuh diri merasa seperti satu-satunya cara untuk menghindari rasa sakit. Pikiran tentang kematian atau bunuh diri adalah gejala depresi yang serius, sehingga mengambil setiap pembicaraan serius bunuh diri atau perilaku. Ini bukan hanya sebuah tanda peringatan bahwa orang itu berpikir tentang bunuh diri: ini menangis untuk bantuan.
Peringatan tanda-tanda bunuh diri termasuk:

Berbicara tentang membunuh atau melukai diri sendiri
Mengekspresikan perasaan yang kuat putus asa atau sedang terjebak
Sebuah keasyikan yang tidak biasa dengan kematian atau sekarat
Bertindak sembarangan, seolah-olah mereka memiliki keinginan kematian (ngebut misalnya melalui lampu merah)

Memanggil atau mengunjungi orang untuk mengucapkan selamat tinggal
Mendapatkan urusan dalam rangka (memberikan barang berharga, mengikat berakhir longgar)
Mengatakan hal-hal seperti "Setiap orang akan lebih baik tanpa aku" atau "Aku ingin keluar."
Sebuah saklar tiba-tiba dari yang sangat tertekan untuk bertindak tenang dan bahagia.


Jika Anda berpikir seorang teman atau anggota keluarga sedang mempertimbangkan bunuh diri, menyatakan keprihatinan Anda dan mencari bantuan profesional segera. Berbicara secara terbuka tentang pikiran untuk bunuh diri dan perasaan dapat menyelamatkan sebuah nyawa.
Depresi adalah kata yang dimuat dalam budaya kita. Banyak asosiasi itu, bagaimanapun salah, dengan tanda kelemahan dan emosi berlebihan. Hal ini terutama berlaku dengan laki-laki. Pria depresi kurang mungkin dibandingkan perempuan untuk mengakui perasaan membenci diri sendiri dan keputusasaan. Sebaliknya, mereka cenderung mengeluh tentang kelelahan, lekas marah, masalah tidur, dan hilangnya minat dalam pekerjaan dan hobi. Tanda-tanda dan gejala depresi pada pria meliputi kemarahan, agresi, kekerasan, perilaku sembrono, dan penyalahgunaan zat. Meskipun depresi tingkat bagi perempuan dua kali lebih tinggi seperti yang pada pria, pria adalah risiko bunuh diri lebih tinggi, terutama pria tua.
Tingkat depresi pada wanita dua kali lebih tinggi karena mereka pada pria. Hal ini disebabkan sebagian faktor hormonal, terutama ketika datang untuk premenstrual syndrome (PMS), gangguan dysphoric premenstrual (PMDD), depresi postpartum, dan depresi perimenopause. Adapun tanda dan gejala, perempuan lebih mungkin dibandingkan pria untuk mengalami perasaan diucapkan bersalah, tidur berlebihan, makan berlebihan, dan berat badan. Perempuan juga lebih mungkin untuk menderita gangguan afektif musiman.
20.57 | 0 komentar | Read More

Sertifikasi Manajemen Risiko

Produktif sertifikat dalam manajemen risiko membutuhkan berhasil menyelesaikan kurikulum pelatihan mendalam dan keterampilan khusus. Risiko kursus manajemen merupakan komponen integral dan penting dari ini atau setiap proses pendidikan resiko. Kursus-kursus ini dapat dilakukan melalui sejumlah organisasi akademik dan industri yang berbeda, beberapa yang juga memberikan pada sertifikat risiko individu pada akhir kursus. Ada beberapa asosiasi industri yang berbeda yang memantau profesi manajemen risiko, dan masing-masing pendekatan pelaksanaan program dan conferral sertifikat berbeda.

Kursus ini merupakan persyaratan yang signifikan menyelesaikan hampir semua sertifikat manajemen risiko. Melalui kursus ini individu diperkenalkan dengan prinsip-prinsip dan prinsip-prinsip pengawasan risiko, termasuk identifikasi, penilaian, mitigasi, dan pemantauan. Dengan menyelesaikan program pendidikan risiko individu dapat meningkatkan manajemen bisnis mereka dan keterampilan analisis. Mayoritas kurikulum pelatihan yang menawarkan kursus-kursus pendidikan risiko generik, tapi banyak juga menawarkan kursus dalam bidang yang lebih khusus. Kisaran dan berbagai program yang ditawarkan harus sangat dipertimbangkan ketika memilih asosiasi berunding untuk bekerja dengan. Asosiasi tertentu reputasi baik dari orang lain untuk kualitas program yang mereka berikan, terutama dalam konteks program khusus.

Kursus-kursus ini dapat diselesaikan secara informal dan tidak ada hubungannya dengan menyelesaikan sertifikat full risk. Banyak dari asosiasi yang sama yang memberikan sertifikasi juga menawarkan non-sertifikat singkat program pendidikan risiko di beragam fokus. Ada juga non-sertifikat kursus yang ditawarkan oleh organisasi-organisasi swasta yang terakreditasi oleh asosiasi industri risiko profesional. Sementara individu tidak mendapatkan sertifikat melalui kurikulum pelatihan terakreditasi, mereka dapat yakin bahwa kualitas pendidikan memenuhi harapan pendidikan dari asosiasi yang diakui dunia industri.

Contoh program meliputi Dasar-dasar Identifikasi Risiko, Bahaya Mengelola dalam Proyek Sektor Publik dan Pemrograman, dan Alat Praktis Risiko - Risiko Lokakarya dan Model Risiko. Asosiasi sertifikat Kebanyakan menyediakan deskripsi rinci program bagi siswa untuk membaca dan mengevaluasi sebelum mendaftar di kelas tertentu. Adalah penting bahwa individu mempertimbangkan jenis industri yang mereka ingin bekerja ketika memilih program risiko mereka mengambil kursus sebagai sukarela.

Organisasi yang praktek manajemen risiko aktif dan pada individu mempekerjakan gilirannya yang telah menyelesaikan serangkaian kursus risiko, atau diperoleh sertifikat risiko, lebih siap untuk secara efektif dan efisien mencapai tujuan mereka. Lebih penting lagi, mereka lebih cenderung untuk mencapai tujuan mereka dengan biaya keseluruhan yang lebih rendah dengan menghindari guncangan dan ketidakpastian operasi mereka terkena. Melakukan beberapa bentuk pendidikan resiko sangat dianjurkan untuk setiap individu yang terlibat dalam proses pengawasan dalam organisasi mereka, atau untuk setiap individu yang tertarik untuk menjadi seorang profesional resiko di masa depan. Orang-orang yang memperoleh sertifikasi manajemen risiko dan menyelesaikan kursus yang diperlukan dan pelatihan meningkatkan daya saing pasar kerja mereka.

Christopher Sheppard saat ini bekerja pada artikel untuk situs Web tentang Program Manajemen Risiko dan Manajemen Risiko Usaha, serta informasi terkait erat dengan bidang Manajemen Risiko dan Manajemen Risiko karir di Amerika Utara.
20.52 | 0 komentar | Read More

Apa itu Schizophrenia

Skizofrenia adalah gangguan menantang yang membuat sulit untuk membedakan antara apa yang nyata dan tidak nyata, berpikir jernih, mengelola emosi, dan berhubungan dengan orang lain. Hambatan ini bisa mendapatkan di jalan kemampuan Anda untuk berfungsi secara normal dan mengurus diri sendiri. Tapi itu tidak berarti tidak ada harapan.

Yang benar adalah, skizofrenia dapat berhasil dikelola. Langkah pertama adalah mengidentifikasi tanda-tanda dan gejala. Langkah kedua adalah mencari bantuan tanpa penundaan. Yang ketiga adalah menempel dengan pengobatan. Dengan pengobatan yang tepat dan dukungan dari keluarga, teman, dan profesional kesehatan, orang dengan skizofrenia dapat menjalani hidup, bahagia memuaskan.
Skizofrenia adalah gangguan otak yang mempengaruhi cara seseorang bertindak, berpikir, dan melihat dunia. Orang dengan skizofrenia memiliki persepsi yang berubah kenyataan, seringkali kerugian yang signifikan dari kontak dengan realitas. Mereka mungkin melihat atau mendengar hal-hal yang tidak ada, berbicara dengan cara yang aneh atau membingungkan, percaya bahwa orang lain berusaha untuk menyakiti mereka, atau merasa seperti mereka sedang diawasi terus-menerus. Dengan garis kabur antara yang nyata dan yang imajiner, skizofrenia membuat sulit-bahkan menakutkan-untuk bernegosiasi aktivitas kehidupan sehari-hari. Sebagai tanggapan, orang dengan skizofrenia dapat menarik diri dari dunia luar atau bertindak dalam kebingungan dan ketakutan.

Kebanyakan kasus skizofrenia muncul pada remaja akhir atau dewasa awal. Untuk pria, usia rata-rata onset adalah 25. Bagi wanita, onset khas adalah sekitar usia 30. Namun, skizofrenia dapat muncul untuk pertama kalinya di usia pertengahan atau bahkan kemudian. Dalam kasus yang jarang, skizofrenia bahkan dapat mempengaruhi anak-anak dan remaja, meskipun gejala yang sedikit berbeda. Secara umum, skizofrenia sebelumnya berkembang, semakin parah itu. Skizofrenia juga cenderung menjadi lebih parah pada pria dibandingkan pada wanita.

Meskipun skizofrenia adalah gangguan kronis, ada bantuan yang tersedia. Dengan dukungan, pengobatan, dan terapi, banyak orang dengan skizofrenia dapat berfungsi secara independen dan hidup memuaskan. Namun, prospek terbaik ketika skizofrenia didiagnosa dan diobati segera. Jika Anda melihat tanda-tanda dan gejala skizofrenia dan mencari bantuan tanpa penundaan, Anda atau kekasih Anda dapat mengambil keuntungan dari perawatan yang tersedia dan meningkatkan kemungkinan pemulihan.
Pada beberapa orang, skizofrenia muncul tiba-tiba dan tanpa peringatan. Tapi bagi sebagian besar, datang perlahan-lahan, dengan tanda-tanda peringatan halus dan penurunan bertahap dalam fungsi jauh sebelum episode pertama yang parah. Banyak teman-teman dan anggota keluarga penderita skizofrenia mengetahui laporan awal pada sesuatu yang salah dengan orang yang mereka cintai, mereka hanya tidak tahu apa.

Dalam fase awal ini, orang dengan skizofrenia yang sering tampak eksentrik, tidak termotivasi, emosi, dan penyendiri. Mereka mengisolasi diri, mulai mengabaikan penampilan mereka, mengatakan hal-hal aneh, dan menunjukkan ketidakpedulian umum untuk hidup. Mereka mungkin meninggalkan hobi dan kegiatan, dan kinerja mereka di tempat kerja atau sekolah memburuk.
Tanda-tanda peringatan yang paling umum dini skizofrenia meliputi:

Sosial penarikan
Permusuhan atau kecurigaan
Penurunan kebersihan pribadi
Tatapan datar, tanpa ekspresi
Ketidakmampuan untuk menangis atau mengekspresikan sukacita
Tidak pantas tawa atau menangis



Depresi
Oversleeping atau insomnia
Aneh atau tidak rasional pernyataan
Pelupa, tidak mampu berkonsentrasi
Ekstrim reaksi terhadap kritik
Aneh penggunaan kata-kata atau cara berbicara

Sementara tanda-tanda peringatan dapat hasil dari sejumlah masalah-bukan hanya skizofrenia-mereka yang memprihatinkan. Ketika perilaku out-of-the-biasa menyebabkan masalah dalam hidup Anda atau hidup orang yang dicintai, mencari nasihat medis. Jika skizofrenia atau masalah mental yang lain adalah penyebabnya, pengobatan akan membantu.
Tanda dan gejala skizofrenia

Ada lima jenis gejala khas skizofrenia: delusi, halusinasi, bicara tidak teratur, perilaku tidak teratur, dan yang disebut "negatif" gejala. Namun, tanda-tanda dan gejala skizofrenia sangat bervariasi dari orang ke orang, baik dalam pola dan keparahan. Tidak setiap orang dengan skizofrenia akan memiliki semua gejala, dan gejala skizofrenia juga dapat berubah dari waktu ke waktu.
Delusi

Delusi adalah ide yang dipegang teguh bahwa seseorang memiliki meskipun ada bukti yang jelas dan jelas bahwa itu tidak benar. Delusi yang sangat umum dalam skizofrenia, terjadi di lebih dari 90% dari mereka yang mengalami gangguan tersebut. Seringkali, ini melibatkan ide-ide logis delusi atau aneh atau fantasi. Delusi penderita skizofrenia umum termasuk:

Delusi penganiayaan - Keyakinan bahwa orang lain, sering samar-samar "mereka," keluar untuk mendapatkan dia. Delusi ini sering melibatkan ide-ide persecutory aneh dan plot (misalnya "Mars mencoba meracuniku dengan partikel radioaktif disampaikan melalui air keran saya").
Delusi acuan - Sebuah peristiwa lingkungan netral diyakini memiliki makna khusus dan pribadi. Misalnya, orang dengan skizofrenia mungkin percaya papan reklame atau orang di TV adalah mengirim pesan yang dimaksudkan khusus untuk mereka.
Delusi keagungan - Keyakinan bahwa satu adalah seorang tokoh terkenal atau penting, seperti Yesus Kristus atau Napoleon. Bergantian, delusi keagungan mungkin melibatkan kepercayaan bahwa seseorang memiliki kekuatan luar biasa bahwa ada orang lain yang (misalnya kemampuan untuk terbang).
Delusi kontrol - Keyakinan bahwa pikiran seseorang atau tindakan yang dikendalikan oleh luar, pasukan asing. Delusi umum dari kontrol termasuk penyiaran pikiran ("pikiran pribadi saya sedang ditularkan kepada orang lain"), penyisipan berpikir ("Seseorang menanam pikiran dalam kepala saya"), dan berpikir penarikan ("CIA merampok saya pikiran saya").

Halusinasi

Halusinasi adalah suara atau sensasi lain dialami sebagai nyata ketika mereka hanya ada dalam pikiran seseorang. Sementara halusinasi dapat melibatkan salah satu dari lima indra, pendengaran halusinasi (misalnya mendengar suara-suara atau suara lain) yang paling umum dalam skizofrenia. Halusinasi visual juga relatif umum. Penelitian menunjukkan bahwa halusinasi pendengaran terjadi ketika orang salah mengartikan diri mereka sendiri bicara-batin berasal dari sumber luar.

Halusinasi penderita skizofrenia biasanya berarti bagi orang yang mengalaminya. Banyak kali, suara adalah dari seseorang yang mereka kenal. Paling umum, suara-suara yang kritis, vulgar, atau kasar. Halusinasi juga cenderung menjadi lebih buruk ketika orang sendirian.
Tidak teratur pidato

Berpikir Terfragmentasi adalah karakteristik dari skizofrenia. Eksternal, dapat diamati dalam cara seseorang berbicara. Orang dengan skizofrenia cenderung memiliki kesulitan berkonsentrasi dan mempertahankan kereta pikiran. Mereka mungkin menanggapi permintaan dengan jawaban yang tidak berhubungan, mulai kalimat dengan satu topik dan berakhir di suatu tempat yang sama sekali berbeda, berbicara tak jelas, atau mengatakan hal-hal tidak logis.

Tanda-tanda umum dari pidato tidak teratur dalam skizofrenia meliputi:

Asosiasi longgar - Cepat berpindah dari topik ke topik, dengan tidak ada hubungan antara satu pemikiran dan berikutnya.
Neologisme - Made-up kata atau frase yang hanya memiliki makna kepada pasien.
Perseveration - Pengulangan kata-kata dan pernyataan, mengatakan hal yang sama berulang.
Clang - menggunakan kata-kata berima tak berarti ("kataku roti dan membaca gudang dan makan Ned di kepala").

Perilaku tidak teratur

Skizofrenia mengganggu aktivitas yang diarahkan pada tujuan, menyebabkan gangguan dalam kemampuan seseorang untuk mengurus dirinya sendiri, pekerjaan, dan berinteraksi dengan orang lain. Perilaku tidak teratur muncul sebagai:

Penurunan fungsi sehari-hari secara keseluruhan
Terduga atau tidak tepat emosional tanggapan
Perilaku yang muncul aneh dan tidak punya tujuan
Kurangnya hambatan dan pengendalian impuls

Gejala negatif (tidak adanya perilaku normal)

Yang disebut "negatif" gejala skizofrenia mengacu pada tidak adanya perilaku normal ditemukan pada individu sehat. Gejala negatif skizofrenia umum meliputi:

Kurangnya ekspresi emosional-ekspresif wajah, termasuk suara datar, kurangnya kontak mata, dan ekspresi wajah kosong atau dibatasi.
Kurangnya minat atau antusiasme - Masalah dengan motivasi, kurangnya perawatan diri.
Tampak kurangnya minat di dunia - ketidaksadaran Nyata lingkungan; penarikan sosial.
Pidato kesulitan dan kelainan - Ketidakmampuan untuk melakukan percakapan; balasan singkat dan kadang-kadang terputus pertanyaan; berbicara dalam nada monoton.

Jenis skizofrenia

Ada tiga subtipe utama dari skizofrenia, masing-masing diklasifikasikan oleh gejala mereka yang paling menonjol:

paranoid skizofrenia
tidak teratur skizofrenia
skizofrenia katatonik

Tanda dan gejala skizofrenia paranoid

Fitur mendefinisikan skizofrenia paranoid adalah ide-ide absurd atau mencurigakan dan keyakinan. Ide-ide ini biasanya berputar di sekitar tema, koheren terorganisir atau "cerita" yang tetap konsisten dari waktu ke waktu. Delusi penganiayaan merupakan tema yang paling sering, bagaimanapun delusi keagungan juga umum.

Orang dengan skizofrenia paranoid menunjukkan sejarah paranoia meningkat dan kesulitan dalam hubungan mereka. Mereka cenderung untuk berfungsi lebih baik dibandingkan orang dengan subtipe skizofrenia lainnya. Sebaliknya, pemikiran mereka dan perilaku kurang teratur dan prognosis jangka panjang mereka lebih baik.
Tanda dan gejala skizofrenia tidak teratur

Skizofrenia tidak teratur umumnya muncul pada usia lebih dini daripada jenis lain skizofrenia. Onset adalah bertahap, bukan tiba-tiba, dengan orang secara bertahap mundur ke fantasi nya.
Karakteristik yang membedakan dari subtipe ini adalah pidato tidak teratur, perilaku tidak teratur, dan emosi tumpul atau tidak tepat. Orang dengan skizofrenia tidak teratur juga memiliki kesulitan merawat diri, dan mungkin tidak dapat melakukan tugas-tugas sederhana seperti mandi atau makan sendiri.
Gejala-gejala skizofrenia tidak teratur meliputi:

Gangguan komunikasi keterampilan
Dimengerti atau tidak logis pidato
Inappropriate reaksi (misalnya tertawa di pemakaman)



Emosional ketidakpedulian
Perilaku infantil (bayi bicara, cekikikan)
Aneh ekspresi wajah dan sikap

Orang dengan skizofrenia tidak teratur kadang-kadang menderita halusinasi dan delusi, tapi tidak seperti subtipe paranoid, fantasi mereka tidak konsisten atau terorganisir.
Tanda dan gejala skizofrenia katatonik

Ciri skizofrenia catanoic adalah gangguan dalam gerakan: baik penurunan aktivitas motorik, yang mencerminkan keadaan stupor, atau peningkatan aktivitas motorik, yang mencerminkan keadaan tereksitasi.

Tanda-tanda stupor bermotor. Negara stupor mencerminkan penurunan dramatis dalam kegiatan. Orang sering berhenti semua gerakan sukarela dan berbicara, dan mungkin sangat resisten terhadap perubahan dalam posisi nya, bahkan sampai memegang posisi, canggung tidak nyaman selama berjam-jam.
Tanda-tanda bersemangat bermotor. Kadang-kadang, orang dengan skizofrenia katatonik lulus tiba-tiba dari keadaan mabuk ke keadaan kegembiraan ekstrim. Selama episode ini hiruk pikuk, mereka mungkin berteriak, berbicara cepat, mondar-mandir, atau bertindak dalam kekerasan baik terhadap diri mereka sendiri atau orang lain.

Orang dengan skizofrenia katatonik dapat sangat dibisikkan. Mereka mungkin secara otomatis mematuhi perintah, meniru tindakan orang lain, atau meniru apa yang orang lain katakan.
Penyebab skizofrenia

Penyebab skizofrenia tidak sepenuhnya diketahui. Namun, tampaknya skizofrenia yang biasanya hasil dari interaksi yang kompleks antara faktor genetik dan lingkungan.
Genetik penyebab skizofrenia

Skizofrenia memiliki komponen herediter yang kuat. Individu dengan relatif tingkat pertama (orangtua atau saudara) yang telah skizofrenia memiliki kesempatan 10 persen mengembangkan gangguan, yang bertentangan dengan peluang 1 persen dari populasi umum.

Tapi skizofrenia hanya dipengaruhi oleh genetika, tidak ditentukan oleh itu. Sementara skizofrenia berjalan dalam keluarga, sekitar 60% penderita skizofrenia tidak memiliki anggota keluarga dengan gangguan tersebut. Selanjutnya, individu yang secara genetik cenderung untuk skizofrenia tidak selalu mengembangkan penyakit, yang menunjukkan biologi yang tidak takdir.
Lingkungan penyebab skizofrenia

Studi kembar dan adopsi menunjukkan bahwa gen yang diwariskan membuat seseorang rentan terhadap skizofrenia dan kemudian faktor lingkungan bertindak atas kerentanan ini untuk memicu gangguan.

Adapun faktor-faktor lingkungan yang terlibat, lebih banyak penelitian menunjuk stres, baik selama kehamilan atau pada tahap berikutnya pembangunan. Tingginya kadar stres diyakini memicu skizofrenia dengan meningkatkan produksi tubuh hormon kortisol.
Penelitian menunjukkan faktor stres-merangsang beberapa lingkungan yang mungkin terlibat pada skizofrenia, termasuk:

Prenatal paparan infeksi virus
Rendah tingkat oksigen selama kelahiran (dari persalinan lama atau kelahiran prematur)
Paparan virus pada masa bayi
Awal orangtua kehilangan atau pemisahan
Pelecehan fisik atau seksual di masa kecil

Abnormal struktur otak

Selain kimia otak yang abnormal, kelainan pada struktur otak juga mungkin memainkan peran dalam skizofrenia. Pembesaran ventrikel otak terlihat pada beberapa penderita skizofrenia, menunjukkan defisit dalam volume jaringan otak. Ada juga bukti kegiatan abnormal rendah pada lobus frontal, daerah otak yang bertanggung jawab untuk perencanaan, penalaran, dan pengambilan keputusan.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa kelainan pada lobus temporal, hipokampus, amigdala dan terhubung ke gejala positif skizofrenia itu. Tetapi meskipun bukti kelainan otak, sangat tidak mungkin bahwa skizofrenia adalah hasil dari satu masalah di salah satu wilayah otak.
Efek skizofrenia

Ketika tanda-tanda dan gejala skizofrenia diabaikan atau diperlakukan tidak benar, efek dapat menghancurkan baik untuk individu dengan gangguan dan orang di sekitar dia. Beberapa efek yang mungkin skizofrenia adalah:

Masalah hubungan. Hubungan menderita karena orang dengan skizofrenia sering menarik diri dan mengisolasi diri. Paranoia juga dapat menyebabkan seseorang dengan skizofrenia menjadi curiga terhadap teman dan keluarga.
Gangguan terhadap aktivitas normal sehari-hari. Skizofrenia menyebabkan gangguan signifikan untuk fungsi sehari-hari, baik karena kesulitan sosial dan karena tugas sehari-hari menjadi sulit, jika tidak mustahil untuk dilakukan. Delusi Seseorang yang menderita skizofrenia, halusinasi, dan pikiran teratur biasanya menghalangi dia dari melakukan hal-hal normal seperti mandi, makan, atau menjalankan tugas.
Alkohol dan penyalahgunaan narkoba. Orang dengan skizofrenia sering mengalami masalah dengan alkohol atau obat-obatan, yang sering digunakan dalam upaya untuk mengobati diri, atau meredakan gejala. Selain itu, mereka juga mungkin perokok berat, situasi yang rumit seperti asap rokok dapat mengganggu efektivitas obat yang diresepkan untuk gangguan ini.
Peningkatan risiko bunuh diri. Orang dengan skizofrenia memiliki resiko tinggi mencoba bunuh diri. Setiap pembicaraan bunuh diri, ancaman, atau gerakan harus dilakukan dengan sangat serius. Orang dengan skizofrenia sangat mungkin untuk melakukan bunuh diri selama episode psikotik, selama periode depresi, dan dalam enam bulan pertama setelah mereka sudah mulai pengobatan.
20.48 | 0 komentar | Read More

Penyebab gangguan bipolar

Gangguan bipolar tidak memiliki penyebab tunggal. Tampak bahwa orang-orang tertentu secara genetik cenderung untuk gangguan bipolar. Namun tidak semua orang dengan kerentanan yang diwariskan mengembangkan penyakit, mengindikasikan bahwa gen tidak hanya menyebabkan. Studi pencitraan otak menunjukkan perubahan fisik Beberapa di otak orang dengan gangguan bipolar. Penelitian lain menunjukkan ketidakseimbangan neurotransmitter, fungsi tiroid yang abnormal, gangguan irama sirkadian, dan tingkat tinggi hormon stres kortisol.

Faktor lingkungan dan psikologis eksternal juga diyakini terlibat dalam pengembangan gangguan bipolar. Faktor-faktor eksternal yang disebut pemicu. Pemicu bisa berangkat episode baru dari mania atau depresi atau membuat gejala yang ada buruk. Namun, banyak gangguan bipolar episode terjadi tanpa pemicu yang jelas.

Stres - peristiwa kehidupan Stres dapat memicu gangguan bipolar pada seseorang dengan kerentanan genetik. Peristiwa ini cenderung melibatkan perubahan-baik drastis atau tiba-tiba baik atau buruk-seperti menikah, pergi ke perguruan tinggi, kehilangan orang yang dicintai, dipecat, atau bergerak.

Penyalahgunaan Zat - Sementara penyalahgunaan zat tidak menyebabkan gangguan bipolar, dapat membawa pada episode dan memperburuk perjalanan penyakit. Obat-obatan seperti kokain, ekstasi, dan amfetamin dapat memicu mania, sementara alkohol dan obat penenang dapat memicu depresi.

Obat - obat tertentu, obat-obatan terutama obat antidepresi, dapat memicu mania. Obat lain yang dapat menyebabkan mania termasuk over-the-Counter obat dingin, penekan nafsu makan, kafein, kortikosteroid, dan obat-obatan tiroid.

Perubahan musiman - Episode mania dan depresi sering mengikuti pola musiman. Episode manik lebih umum selama musim panas, dan episode depresif lebih umum selama musim gugur, musim dingin, dan musim semi.

Tidur - Kehilangan tidur-bahkan sesedikit melewatkan beberapa jam istirahat-bisa memicu episode mania.
20.46 | 0 komentar | Read More

Manajemen Risiko untuk Atlet Profesional

Akhir-akhir ini, telah ada sejumlah artikel tentang atlet profesional yang telah kehilangan jutaan dolar karena keputusan keuangan yang buruk. Para atlet berkisar dari pegolf untuk petinju untuk pemain bisbol profesional dan miskin berkisar dari keputusan mereka membeli mobil, wanita, dan harimau untuk memerangi kecanduan judi dan melakukan investasi bisnis yang buruk. Ada juga mereka yang telah ditipu oleh agen mereka, akuntan mereka, atau mereka mantan istri. Sebagian besar masalah ini disebabkan kurangnya pendidikan dan beberapa karena kurangnya kedewasaan. Apapun masalahnya mungkin, masalah ini telah membuka pintu untuk pengusaha yang berada dalam bisnis manajemen keuangan dan resiko.

Satu negara bagian statistik yang mengejutkan bahwa 78% dari pemain NFL memasuki kebangkrutan atau kesulitan keuangan dalam waktu dua tahun pensiun dan 60% dari pemain NBA bangkrut dalam waktu lima tahun pensiun. Atlet ini tahu bahwa mereka punya banyak uang dan tidak berpikir tentang apa yang akan terjadi ketika mereka berhenti menerima mereka multi-juta dolar cek. Banyak dari mereka tidak memahami bisnis dan / atau keuangan. Beberapa dari mereka mungkin bahkan belum pernah mengambil kelas tunggal salah satu di perguruan tinggi. Beberapa atlet profesional mungkin tidak memiliki waktu untuk fokus keuangan mereka. Stres karena untuk menghasilkan di lapangan tidak meninggalkan banyak waktu untuk fokus pada isu-isu dari lapangan seperti investasi atau rencana pensiun. Raghib "Rocket" Ismail, pemain sepak bola mantan profesional yang menandatangani gaji terbesar waktu tahun 1991 di $ 18.500.000 selama periode empat tahun, pernah berkata, "Saya pernah bertemu dengan JP Morgan dan itu benar-benar seperti mendengarkan Charlie Brown guru. " Ini bukan berarti bahwa dia bukan orang yang cerdas tetapi tanpa berfokus pada rincian atlet profesional banyak menemukan diri mereka ditinggalkan dalam hujan ketika uang mereka hilang.

Dari atlet yang telah bangkrut belum tentu semua memiliki kehilangan uang mereka karena hidup gaya hidup boros. Beberapa orang mencoba untuk melakukan investasi dan merencanakan masa depan mereka tetapi tidak memiliki orang-orang bahwa mereka bisa mempercayai mengelola uang mereka atau mereka mencoba untuk mengelola sendiri tetapi tidak memiliki waktu atau pengetahuan untuk melakukannya dengan benar. Beberapa dari mereka telah berinvestasi dalam bisnis berisiko tinggi yang menjatuhkan diri dan beberapa diinvestasikan dalam bisnis yang tidak memiliki kesempatan sama sekali. Satu pemain pernah diinvestasikan dalam sebuah penemuan yang terdiri dari dan rakit tiup yang melekat pada bagian bawah sofa sehingga orang yang tinggal di daerah dengan curah hujan tinggi dapat memompa rakit dan mengapung di atas sofa mereka ketika daerah mereka kebanjiran. Apakah pemain ini memiliki seseorang dalam bisnis manajemen keuangan / resiko bahwa dia bisa percaya dan itu reputasi maka dia tidak akan kehilangan uangnya pada suatu investasi yang konyol.

Manajemen perusahaan keuangan / Risiko bahwa atlet harus menggunakan adalah mereka yang memiliki reputasi yang baik dengan semua pelanggan mereka, bukan akuntan Paman Joe turun di mal setempat. Perusahaan-perusahaan ini harus mencoba untuk mendidik klien mereka pada hal-hal yang mereka tidak mengerti dengan sesi konsultasi dan mungkin menawarkan lokakarya tentang pengelolaan keuangan dan keuangan pribadi. Jika mereka berusaha untuk menjaga atlet dalam gelap maka mereka mungkin mencoba untuk mendapatkan lebih dari pada mereka dalam beberapa cara. Setiap investasi tidak harus menjadi "homerun." Perusahaan-perusahaan ini harus mencoba untuk menjaga resiko atlet dalam alasan.

Keuangan / Manajemen risiko adalah kunci untuk stabilitas keuangan setiap orang tidak peduli berapa banyak uang yang mereka buat. Jika setiap investasi seseorang membuat akan menjadi tinggi risiko dan imbalan tinggi maka mereka mungkin juga pergi ke kasino karena semua mereka lakukan adalah perjudian pula. Meskipun itu buruk bahwa atlet begitu banyak mengalami masalah ini, membuka pintu bagi mereka pengusaha dalam bisnis manajemen risiko. Atlet harus mengerti bahwa bahkan olahraga adalah bisnis dan mereka harus melihat diri mereka sebagai kontraktor independen yang harus menjalankan dan mengelola bisnis mereka.

Dustin Ramsey saat ini menjadi pelatih sepak bola perguruan tinggi dengan pengalaman masa lalu dalam usaha kewirausahaan. Dia topik biasanya terdiri dari atletik dan usaha bisnis. Webmaster dan penerbit artikel lain dengan ini diberikan ijin artikel reproduksi asalkan keseluruhan artikel ini dan itu, informasi penulis, dan link apapun tetap utuh. Hak Cipta 2011 oleh Dustin J. Ramsey.
By Dustin J Ramsey
20.44 | 0 komentar | Read More

Memahami Bipolar Disorder

Kita semua memiliki up dan turun, "off" kami hari dan "pada" hari kami, tapi jika Anda menderita gangguan bipolar, puncak-puncak dan lembah yang lebih parah. Gejala gangguan bipolar dapat menyakiti pekerjaan Anda dan kinerja sekolah, merusak hubungan Anda, dan mengganggu kehidupan sehari-hari Anda. Dan meskipun gangguan bipolar dapat diobati, banyak orang tidak mengenali tanda-tanda peringatan dan mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan. Karena gangguan bipolar cenderung memburuk tanpa pengobatan, penting untuk mempelajari apa gejala-gejala seperti. Menyadari masalah adalah langkah pertama untuk mendapatkan itu di bawah kontrol.
Gangguan bipolar (juga dikenal sebagai manik depresi) menyebabkan pergeseran serius dalam suasana hati, energi, pemikiran, dan perilaku-dari tertinggi mania pada satu ekstrim, ke terendah depresi di sisi lain. Lebih dari sekedar suasana hati yang baik atau buruk sekilas, siklus gangguan bipolar berlangsung selama beberapa hari, minggu, atau bulan. Dan tidak seperti perubahan mood biasa, perubahan mood dari gangguan bipolar begitu intens sehingga mereka mengganggu kemampuan Anda untuk berfungsi.

Selama episode manik, seseorang mungkin secara impulsif mengundurkan diri dari pekerjaan, mengisi sejumlah besar kartu kredit, atau merasa beristirahat setelah tidur dua jam. Selama episode depresi, orang yang sama mungkin terlalu lelah untuk bangun dari tempat tidur dan penuh membenci diri sendiri dan keputusasaan atas yang menganggur dan utang.

Penyebab gangguan bipolar tidak sepenuhnya dipahami, tetapi sering berjalan dalam keluarga. Episode manik atau depresi pertama dari gangguan bipolar biasanya terjadi pada usia remaja atau dewasa awal. Gejala-gejala dapat halus dan membingungkan, begitu banyak orang dengan gangguan bipolar yang diabaikan atau salah didiagnosis-mengakibatkan penderitaan yang tidak perlu. Tapi dengan perawatan yang tepat dan dukungan, Anda dapat menjalani kehidupan yang kaya dan memuaskan.
Mitos dan Fakta Tentang Bipolar Disorder

Mitos: Orang dengan gangguan bipolar tidak bisa mendapatkan yang lebih baik atau menjalani hidup normal.

Fakta: Banyak orang dengan gangguan bipolar memiliki karir yang sukses, kehidupan keluarga yang bahagia, dan hubungan yang memuaskan. Hidup dengan gangguan bipolar adalah menantang. Tapi dengan pengobatan, keterampilan koping yang sehat, dan sistem dukungan yang solid, Anda dapat hidup sepenuhnya sambil mengelola gejala.

Mitos: Orang dengan gangguan bipolar ayunan bolak-balik antara mania dan depresi.

Fakta: Beberapa orang bergantian antara episode ekstrim mania dan depresi, tetapi kebanyakan depresi lebih sering daripada mereka manik. Mania juga dapat begitu ringan sehingga ia pergi belum diakui. Orang dengan gangguan bipolar juga bisa pergi untuk waktu yang lama tanpa gejala.

Mitos: Gangguan Bipolar hanya mempengaruhi suasana hati.

Fakta: gangguan bipolar juga mempengaruhi tingkat energi Anda, penilaian, memori, konsentrasi, nafsu makan, pola tidur, dorongan seks, dan harga diri. Selain itu, gangguan bipolar telah dikaitkan dengan masalah kecemasan, penyalahgunaan zat, dan kesehatan seperti diabetes, penyakit jantung, migrain, dan tekanan darah tinggi.

Mitos: Selain minum obat, tidak ada yang dapat Anda lakukan untuk mengontrol gangguan bipolar.

Fakta: Sementara obat adalah dasar dari pengobatan terapi gangguan bipolar, dan self-help strategi juga memainkan peran penting. Anda dapat membantu mengontrol gejala dengan berolahraga secara teratur, tidur cukup, makan yang benar, pemantauan suasana hati Anda, menjaga stres ke minimum, dan sekitarnya diri Anda dengan orang mendukung.

Gangguan bipolar dapat terlihat sangat berbeda pada orang berbeda. Gejala bervariasi dalam, pola frekuensi keparahan mereka, dan. Beberapa orang lebih rentan terhadap baik mania atau depresi, sementara yang lain bergantian sama antara dua jenis episode. Beberapa gangguan suasana hati sering, sementara yang lain hanya mengalami sedikit seumur hidup.

Ada empat jenis episode gangguan bipolar suasana di: mania, hypomania, depresi, dan episode campuran. Setiap jenis dari episode gangguan bipolar suasana hati memiliki seperangkat unik gejala.
Pada fase manik dari gangguan bipolar, perasaan energi tinggi, kreativitas, dan euforia yang umum. Orang-orang mengalami episode manik sering berbicara satu mil per menit, tidur sangat sedikit, dan hiperaktif. Mereka juga mungkin merasa seperti mereka semua-kuat, tak terkalahkan, atau ditakdirkan untuk kebesaran.

Tetapi sementara mania terasa baik pada awalnya, ia memiliki kecenderungan untuk lepas kendali. Orang sering berperilaku sembrono selama episode manik: berjudi tabungan, terlibat dalam aktivitas seksual yang tidak pantas, atau membuat investasi bisnis bodoh, misalnya. Mereka juga bisa menjadi marah, mudah marah, dan agresif-berkelahi, memukul ketika orang lain tidak pergi bersama dengan rencana mereka, dan menyalahkan siapa saja yang mengkritik perilaku mereka. Beberapa orang bahkan menjadi delusional atau mulai mendengar suara-suara.
Tanda-tanda umum dan gejala mania meliputi:

Merasa luar biasa "tinggi" dan optimis ATAU sangat mudah marah
Tidak realistis, muluk keyakinan tentang kemampuan seseorang atau kekuasaan
Tidur sangat sedikit, tetapi merasa sangat energik
Berbicara cepat sehingga orang lain tidak bisa mengikuti
Balap pikiran; melompat dengan cepat dari satu ide ke yang berikutnya
Sangat mudah terganggu, tidak mampu berkonsentrasi
Gangguan penghakiman dan impulsif
Bertindak sembarangan tanpa memikirkan akibatnya
Delusi dan halusinasi (pada kasus berat)
Di masa lalu, depresi bipolar itu disamakan dengan depresi biasa. Tapi pertumbuhan badan penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara keduanya, terutama ketika datang ke perawatan yang direkomendasikan. Kebanyakan orang dengan depresi bipolar tidak dibantu oleh antidepresan. Bahkan, ada risiko bahwa antidepresan dapat membuat gangguan bipolar buruk-mania atau hypomania memicu, menyebabkan siklus yang cepat antara negara-negara mood, atau mengganggu suasana hati lain menstabilkan obat.

Meskipun banyak kesamaan, gejala tertentu lebih sering terjadi pada depresi bipolar daripada depresi biasa. Sebagai contoh, depresi bipolar lebih cenderung melibatkan lekas marah, rasa bersalah, perubahan suasana hati tak terduga, dan perasaan gelisah. Orang-orang dengan depresi bipolar juga cenderung bergerak dan berbicara pelan, tidur banyak, dan berat badan. Selain itu, mereka lebih mungkin mengembangkan depresi psikotik-suatu kondisi di mana mereka telah kehilangan kontak dengan realitas dan mengalami cacat besar dalam pekerjaan dan fungsi sosial.

Gejala umum depresi bipolar meliputi:

Merasa putus asa, sedih, atau kosong.
Sifat lekas marah
Ketidakmampuan untuk mengalami kenikmatan
Kelelahan atau kehilangan energi
Kelesuan fisik dan mental



Nafsu makan atau perubahan berat badan
Masalah tidur
Konsentrasi dan masalah memori
Perasaan tidak berharga atau bersalah
Pikiran tentang kematian atau bunuh diri

Tanda dan gejala dari episode campuran

Sebuah episode gangguan bipolar campuran fitur gejala dari kedua mania atau hypomania dan depresi. Tanda-tanda umum dari episode campuran termasuk depresi dikombinasikan dengan agitasi, iritabilitas, kegelisahan, pikiran insomnia, distractibility, dan balap. Kombinasi energi tinggi dan mood rendah membuat untuk risiko tinggi bunuh diri.
Perbedaan wajah gangguan bipolar

Gangguan bipolar I (mania atau episode campuran) - Bentuk manik-depresif klasik dari penyakit, ditandai dengan setidaknya satu episode manik atau episode campuran. Biasanya-tapi tidak selalu-Bipolar Disorder saya juga melibatkan setidaknya satu episode depresi.
Bipolar II Disorder (hypomania dan depresi) - Dalam bipolar II gangguan, orang tersebut tidak mengalami full-blown manic episode. Sebaliknya, penyakit melibatkan episode hypomania dan depresi berat.
Cyclothymia (hypomania dan depresi ringan) - Cyclothymia adalah bentuk ringan dari penyakit bipolar. Ini terdiri dari siklus perubahan suasana hati. Namun, gejala yang kurang parah dibandingkan full-blown mania atau depresi.

Pengobatan untuk gangguan bipolar

Jika Anda melihat gejala-gejala depresi bipolar pada diri sendiri atau orang lain, jangan menunggu untuk mendapatkan bantuan. Mengabaikan masalah tidak akan membuatnya pergi, bahkan, itu akan hampir pasti lebih buruk. Hidup dengan gangguan bipolar yang tidak diobati dapat menyebabkan masalah dalam segala hal dari karir Anda ke hubungan Anda untuk kesehatan Anda. Mendiagnosis masalah sedini mungkin dan masuk ke perawatan dapat membantu mencegah komplikasi ini.

Jika Anda enggan untuk mencari pengobatan karena Anda seperti cara yang Anda rasakan ketika Anda manik, ingatlah bahwa energi dan euforia datang dengan harga. Mania dan hypomania sering berubah merusak, menyakiti Anda dan orang-orang di sekitar Anda.
Dasar-dasar dari pengobatan gangguan bipolar

Gangguan bipolar membutuhkan pengobatan jangka panjang. Karena gangguan bipolar adalah penyakit kronis, kambuh, penting untuk melanjutkan pengobatan bahkan ketika Anda merasa lebih baik. Kebanyakan orang dengan gangguan bipolar memerlukan obat-obatan untuk mencegah episode baru dan tetap bebas gejala.

Ada lebih untuk pengobatan dibandingkan obat-obatan. Obat saja biasanya tidak cukup untuk sepenuhnya mengendalikan gejala gangguan bipolar. Strategi pengobatan yang paling efektif untuk gangguan bipolar melibatkan kombinasi obat, terapi, perubahan gaya hidup, dan dukungan sosial.

Hal terbaik untuk bekerja dengan seorang psikiatris yang berpengalaman. Gangguan bipolar adalah suatu kondisi yang kompleks. Diagnosis bisa rumit dan perawatan seringkali sulit. Untuk alasan keamanan, obat harus dimonitor. Seorang psikiater yang terampil dalam pengobatan gangguan bipolar dapat membantu Anda menavigasi ini liku-liku.
20.43 | 0 komentar | Read More