Pages

Subscribe:

Labels

Mengapa Induk Tidak Mau Menyusui?


Ini adalah pertanyaan yang sering muncul bagi pemelihara kelinci pemula. Kebanyakan mereka bingung karena satu hal, tidak mau mencari pengetahuan terlebih dahulu sebelum memelihara kelinci. Akibatnya saat masa kelahiran didera kebingungan.



Anehnya, pertanyaan itu tidak disertai penjelasan latar belakang kenapa induk kelinci tidak mau menyusui. Akibatnya, pengelola situs ini maupun di fesbuk susah menjelaskan.



Sebaiknya berikut ini diperhatikan.



Induk kelinci menyusui itu ada waktunya. Biasanya pada jam-jam tertentu, bisa jam gelap datang (18:00), bisa pula jam 20:00, bisa pula menjelang subuh. Pokoknya pada jam malam, dan hanya sedikit yang menyusui pada siang hari.



Setelah melahirkan, induk memang seolah-olah cuek dengan anak-anaknya yang berjempalitan di kotak. Saat melahirkan pagi atau siang hari terkadang induk menyusui setelah beberapa jam kemudian, untuk kemudian diulang pada malam hari, tetapi ada kalanya yang menyusui langsung malam harinya.



Maka, pertanyaan mengapa induk kelinci tidak mau menyusui itu perlu diperjelas, apakah benar-benar tidak mau menyusui? untuk memastikan bahwa apakah induk menyusui atau tidak kita perlu nongkrongi sejak sore hingga subuh. Jadi, Jangan terburu-buru menyimpulkan tanpa mengenal karakteristik perawatan induk kelinci terhadap anak. Beternaklah dengan kaidah supaya tidak salah arah.




Bagaimana jika memang Induk tidak mau menyusui dengan bukti anak-anaknya pada mati? Kemungkinan tiga hal, (1) mastitis (2), keringnya air susu karena kurang gizi (karbohidrat dan serat), dan (3) karena disebabkan stress, biasanya disertai kanibal.



Untuk menyelamatkan semuanya, masa kehamilan harus dirawat secara baik, pasokan serat (rumput), gizi (wortel) dan konsentrat harus bagus. Ini dari sisi pakan. Dari sisi lingkungan harus tertib, jangan berdekatan dengan hewan pemangsa, banyak kunjungan orang atau berisik sehingga induk merasakan ancaman.

03.29 | 0 komentar | Read More

Manfaat daging kelinci

Daging kelinci dapat menjadi makanan alternatif yang relatif mudah diperoleh. Daging itu mampu menurunkan risiko kolesterol dan penyakit jantung
Sayangnya, daging kelinci belum populer. “Padahal, mutu gizinya lebih bagus dibanding daging lainnya,” kata Dr Yono C Raharjo dari Balai Penelitian Ternak Ciawi, Bogor, dalam Seminar Nasional bertema prospek ternak kelinci untuk meningkatkan gizi masyarakat, akhir pekan lalu.

Salah satu cara mengenalkan daging kelinci kepada masyarakat adalah dengan mengolah daging kelinci ke dalam beberapa jenis masakan seperti sate kelinci, sosis, dendeng, dan bakso. “Semakin cepat dimasak, kandungan gizi kelinci makin sedikit berkurang. Daging kelinci yang paling baik dimasak adalah daging kelinci muda karena lebih cepat matang,” papar Kusmajadi

Menurutnya, daging kelinci berbeda dengan daging ternak ruminansia. Daging kelinci berserat halus dan warna sedikit pucat, sehingga dapat dikelompokkan dalam golongan daging berwarna putih seperti halnya daging ayam. Daging putih kadar lemaknya rendah dan glikogen tinggi.

“Rendahnya kandungan kolesterol dan natrium membuat daging kelinci sangat dianjurkan sebagai makanan untuk pasien penyakit jantung, usia lanjut, dan mereka yang bermasalah dengan kelebihan berat badan. “Keuntungan lainnya, tulang pada kelinci lebih tipis, dagingnya halus, dan seratnya pendek sehingga mudah dikunyah,” papar Kusmajadi.
sumber : http://www.kapanlagi.com/clubbing/archive/index.php/t-112.html dan www.kompas.com
Tags Otomatis Dari Searching Engine
manfaat daging kelinci • daging kelinci • khasiat daging kelinci • manfaat kelinci • mengolah daging kelinci • kandungan gizi daging kelinci • manfaat otak kelinci • manfaat daging ayam • khasiat sate kelinci • cara membuat sate kelinci • kasiat daging kelinci • kandungan dagin kelinci • kasiat sate kelinci • Manfaat Pemeliaraan Kelinci • manfaat sate kambing • masakan kelinci • daging kelinci buat kesehatan • resep daging kelinci • resep masakan berbahan daging kelinci • Resep masakan kelinci • resep otak kelinci • resep sate kelinci • guna daging kelinci • kadungan daging kelinci • kelinci • Kelinci makan kangkung cabut • kandungan lemak pada kelinci • kandungan kelinci • MANFAAT DAGING • Kandungan daging kelinci • manfaat daging kelinci kelinci • manfaat dan gizi daging ayam • manfaat darah kelinci • www manfaat kelinci •
03.28 | 0 komentar | Read More

Mengapa Induk Kelinci Kanibal?

Kelinci Kanibal. Sadiskah?

Banyak induk yang memakan anak-anaknya saat melahirkan. Ini adalah kanibal. Kasus ini bukan hal yang klasik, bahkan saat ini sangat tergolong banyak, terutama pada pemelihara pemula dan mereka yang memelihara di kota-kota besar. Apakah lazim ibu kelinci memakan anaknya sendiri? Bukankah kelinci itu pemakan tumbuhan dan tidak masuk golongan hewan pemangsa?

Ya. Ini tidak wajar dan di alam bebas kanibal hampir dikatakan tidak pernah terjadi. Tetapi dalam situasi terpaksa hal itu sangat mungkin terjadi. Dari berbagai literatur, penyebab utamanya hanya dua, yakni soal pakan yang buruk dan situasi stres berkepanjangan, atau bisa juga disebabkan oleh kombinasi antara buruknya pakan dengan stres.

Sekalipun kelinci tidak memiliki tabiat memakan daging, tetapi manakala pakan tidak menjamin kehidupan dirinya (terutama saat hamil), maka ketika stres, tepatnya saat melahirkan di mana induk banyak kehilangan energi ia terdorong untuk menyelamatkan anak-anaknya dari ketidakmampuannya “melayani “ kehidupan anaknya. Menelan adalah satu-satunya cara yang bisa ia lakukan karena kelinci terpenjara. Dengan menelan, selain bertujuan menolong (sekalipun caranya salah), induk juga berpikir dirinya tidak kehilangan kesehatan akibat melahirkan.

Sayang seribu sayang, memakan anak ini juga tidak menyelesaikan masalah. Kelinci yang berharap tidak terbebani oleh adanya anak-anak karena air susunya yang minim itu pada akhirnya tetap stres. Sebab setelah makan anak-anaknya ia tetap tidak merasa lebih bugar. Bahkan pada sebagian besar induk yang tertimpa kanibal itu lalu trauma untuk tidak hamil. Itulah mengapa induk kanibal sering sulit kawin karena trauma kelak akan hamil dan menderita.

Siapakah yang salah?

Jawabnya adalah pemiliknya. Kanibal disebabkan oleh pakan yang miskin gizi. Para pemelihara sering meremehkan perawatan induk sebagai yang harus diperhatikan secara ekstra. Seolah-olah dengan merek pelet atau cukup dengan sayuran kelinci hamil cukup untuk menopang kehidupannya. Kehamilan dengan miskin gizi dipastikan mengondisikan induk stres. Oleh karena itu mestinya pemelihara menyediakan banyak pakan pada induk kelinci. Rumput (hijauan) jenis gulma tegalan/sawah sangat kaya menyediakan serat yang baik. Bekatul padi juga baik untuk induk kelinci, termasuk juga ampas tahu.

Selain itu butuh kalsium dari wortel, misalnya pada masa kehamilan induk diberi wortel 2 hari sekali. Daun pepaya sangat penting, juga sedikit bayam sebagai pakan tambahan. Ubi jalar putih (bukan ungu dan merah) banyak memberi gizi untuk kesehatan induk. Selain itu juga butuh vitamin A, B, E dan K agar kesehatan induk bisa maksimal. Ketergantungan dengan pelet bukanlah cara baik karena gizi yang dibutuhkan kelinci sangat banyak sehingga tidak ada pakan yang bisa mengklaim cukup untuk memenuhi gizi kelinci. Pakan mesti beragam. Jangan lupa air minum yang bersih dan sehat.

Selain pakan, situasi kandang, kebersihan dan sanitasi mesti diperhatikan secara baik. Situasi kandang yang jelek di antaranya ialah lembab, pengap, sumpek, banyak tikus, dekat kucing, anjing dan terlalu banyak didatangi orang.

Pendek kata, induk hamil butuh perawatan khusus. Jangan salahlah kelinci kanibal, sebab itu kesalahan pemelihara. Kelinci tidak akan kanibal manakala tidak stres dan pakan terjamin. Percayalah!
03.26 | 0 komentar | Read More

Jenis dan Harga kelinci

Dalam dunia kelinci hias sering muncul tentang pengertian kategori dengan istilah F. Sebagian mengatakan, kelinci induk import yang memiliki lisensi dikatakan F-1, sebagian lain mengatakan F-0.



satin lari pagi



makan terus



Tentang Kategori F:



F-0= import yang didatangkan dari peternak dari negaranegara Eropa/Amerika Serikat




F-1: Keturunan dari induk betina jantan F-0



F-2: Keturunan dari induk betina-jantan F-1



F-3: Keturunan dari induk betina-jantan F2



F-4: (Kategori umum. Perkawinan silang atau perkawinan induk betina dengan berbagai macam jenis F. (Biasanya kelinci F4 ini memudar bulu, bahkan tidak jarang jenisnya jauh dari keaslian. Tetap bagus untuk peliharaan hias, namun kurang bagus untuk jadi indukan). Surat/lisensi jenis F sampai saat ini baru didapatkan pada jenis F-0 yang didapatkan dari peternak Negara di Eropa atau Amerika Serikat.. Surat jenis F-1, F-2 dan F-3 tidak ada karena Pemerintah belum membuatkan kategori)



Harga anakan F-0 (alias F-1 dalam usia bulan pertama rata-rata mencapai antara Rp 150-200 ribu per ekor). Sedangkan anakan berusia lebih 60 hari, di mana kelinci sudah besar dan layak dibawa pergi jauh perkiraan harganya ada di bawah ini. Harga kelinci jenis F-2 biasanya berkurang antara Rp 30ribu-60ribu.



Bagaimana dengan harga F-1 atau harga F-2 yang tergolong murah banget?



Ada dua kemungkinan. Pertama itu bukan jenis F-1, melainkan hanya klaim penjual. Kedua, bisa jadi karena negosiasi dan saling pengertian. Yang jelas, jika dirasionalisasikan, harga F-1 tidak mungkin dibawah Rp 125 (Umur 1 bulan/Rp 200 ribu (umur 2 bulan). Menjual F-1 dengan harga di bawah itu jelas rugi karena harga induk import dengan biaya kirimnya menghabiskan minimal Rp 2 juta (per-ekor) hingga Rp 4 juta. Bisa mendapat harga Rp 1,6- 2juta jika impor dalam paket sesuai target minimal.



Catatan:



1. Harga kelinci, terutama hias tidak punya standar. Masing-masing orang boleh menjual dengan harga yang diinginkan. Pembeli pun tidak usah terlalu pusing dengan harga. Apakah kemalahan atau murah tak usah terlalu dibuat pusing. Asalkan suka dan mampu membeli, ambillah.




2. Tak usah terlalu sensitif dengan kategori F. Kelinci keturunan asli yang masih murni sangat langka di Indonesia. Karena itu jangan terlalu pusing akan hal ini. Mending sesuai selera dan rasa suka saja. Kelinci  kawin silang pun kalau Anda suka tidak masalah dipelihara, toh terkadang kelinci yang dianggap bukan keturunan asli itu tetap bagus dan menyenangkan.



3. Harga kelinci pedaging yang berlaku biasanya berkisah antara Rp 15-17ribu Per Kg daging hidup. Kita mencoba meningkatkan harga ini supaya stabil dan petani/peternak mendapat keuntungan yang wajar, yakni dengan harga Rp 17-25ribu Per Kg daging hidup.



03.21 | 0 komentar | Read More

Penyebab kematian kelinci

Quantcast







deathAda banyak penyebab kematian anak kelinci di bawah umur 3 bulan. Namun dari sekian banyak penyebab tersebut mayoritas disebabkan oleh pola penyapihan yang tidak beres. Mari kita memakai paradigma yang rasional dalam hal ini. Anak kelinci butuh pasokan Air Susu Induk (ASI) sejak lahir hingga umur antara 32-37 hari. Ini normalnya. Sebagian ada yang mencapai 42 hari masih menyusu. Jika disapih dibawah umur itu, dampak yang nyata ialah kurang gizi. Rumput yang dimakan sejak umur 17-35 hari sesungguhnya belum cukup untuk mengganti gizi ASI. Anak-anak lucu ini selain memang secara naluriah sangat bergantung pada asupan gizi dengan pola yang nikmat dengan cara menyusui induknya, juga butuh gizi yang cukup dari ASI sebagai energi. Tak heran jika banyak kelinci yang disapih dibawah umur 35 hari sering murung dan lesu.





Sekalipun sebagian kelinci tidak mengalami masalah yang fatal disapih di bawah umur standar itu tetapi tetap saja hal itu tidak baik. Hanya sedikit yang tahan hidup lama. Bagi yang tidak tahan dan selalu kangen dengan ASI kelinci stres, setelah stress ia akan males makan rumput atau konsentrat. Di situlah benih-benih kematian berkembang, apalagi dicampur dengan kelinci lain yang mungkin dirasakan tidak membuat nyaman dirinya. Kalaupun kelinci sudah menyusui sampai lebih 35 hari, kita pun tidak boleh memisahkan dari induknya secara mendadak, butuh proses pemisahan berpola, misalnya pagi dipisah, sore dikumpulkan kembali. Pola ini bias dilakukan antara 4-6 hari.





Bagi kelinci anak, sebagaimana manusia, peranan Ibu bukan semata menyusui, tetapi juga sebagai pelindung. Lihatlah dengan fakta di mana sang induk setiap waktu selalu memberi kasih saying pada anak-anaknya dengan cara menjilati atau menikmati kebersamaan saat makan dan tidur. Dari sisi psikologi ketergantungan ini membuat anak-anak sulit berpisah. Makanala dipisah secara mendadak sering mengakibatkan stress dan kehilangan selera makan, bahkan selera hidup. Kita harus paham dan sadar bahwa sebagian dari kelinci kita memiliki daya tahan tubuh yang berbeda, seperti manusia. Ada yang mudah sakit dan ada yang kebal penyakit. Sebagai langkah aman, maka kita mesti memberlakukan semuanya sebagai kelinci yang rentan penyakit, terutama stress.Dengan cara itu kita bias menjaga anak-anak kelinci dari kematian. Anak kelinci yang dipisah secara mendadak biasanya mudah terserang bakteri ganas semacam Pasteurella multocida, enterotoxemia (yang mendorong produksi gas dan mengakibatkan bloat/kembung) atau bahkan bisa jadi mengakibatkan stress akut dengan penyakit caecal impaction (mati secara mendadak).





Maka, kalau ada pertanyaan, mengapa banyak kelinci anakan yang dibeli itu mati? Jawaban mendasarnya mudah, yakni pola penyapihan yang tidak beres, selain karena masalah stress akibat perjalanan kendaraan tentunya.





Tradisi baru.




Seharusnya kita memang memulai tradisi baru dalam hal penyapihan ini. Jika mau aman, seyogianya kelinci anak diperjual-belikan setelah umur 3 bulan. Mutazim Fakkih, Ahli Kelinci dari Klaten mengatakan, “saya tidak akan pernah melepas kelinci saya di bawah umur 3 bulan. Sebab kalaupun tidak mengakibatkan kematian, biasanya anakan itu jelek untuk indukan. Induk yang baik adalah yang dirawat secara baik sejak kecil, terutama sehat bersama sang induk,” ujar pemilik kelinci Indukan berjumlah lebih seribu ekor ini. Menurut Tazim, ia tidak merasa rugi terbebani pakan selama pemeliharaan anak-anak kelici selama 2 bulan. Sebab ia bisa merasionalisasikan harga jual dengan biaya pakan dan perawatan. Dengan cara itu Tazim membuktikan angka kematian kelinci sangat rendah dan mereka yang hidup bisa menjadi indukan berkualitas. (fm/kki) (bersambung)

03.19 | 0 komentar | Read More

Budidaya kelinci yang baik dan analisa usaha kelinci


BUDIDAYA TERNAK KELINCI






1. SEJARAH SINGKAT



Ternak ini semula hewan liar yang sulit dijinakkan. Kelinci dijinakkan sejak 2000 tahun silam dengan tujuan keindahan, bahan pangan dan sebagai hewan percobaan. Hampir setiap negara di dunia memiliki ternak kelinci karena kelinci mempunyai daya adaptasi tubuh yang relatif tinggi sehingga mampu hidup di hampir seluruh dunia. Kelinci dikembangkan di daerah dengan populasi penduduk relatif tinggi, Adanya penyebaran kelinci juga menimbulkan sebutan yang berbeda, di Eropa disebut rabbit, Indonesia disebut kelinci, Jawa disebut

trewelu dan sebagainya.



2. SENTRA PERIKANAN




Di Indonesia masih terbatas daerah tertentu dan belum menjadi sentra produksi/dengan kata lain pemeliharaan masih tradisional.



3. JENIS



Menurut sistem Binomial, bangsa kelinci diklasifikasikan sebagai berikut :

Ordo : Lagomorpha

Famili : Leporidae

Sub famili : Leporine

Genus : Lepus, Orictolagus

Spesies : Lepus spp., Orictolagus spp.

Jenis yang umum diternakkan adalah American Chinchilla, Angora, Belgian, Californian, Dutch, English Spot, Flemish Giant, Havana, Himalayan, New Zealand Red, White dan Black, Rex Amerika. Kelinci lokal yang ada sebenarnya berasal dari dari Eropa yang telah bercampur dengan jenis lain hingga sulit dikenali lagi. Jenis New Zealand White dan Californian sangat baik untuk produksi daging, sedangkan Angora baik untuk bulu.




4. MANFAAT



Manfaat yang diambil dari kelinci adalah bulu dan daging yang sampai saat ini mulai laku keras di pasaran. Selain itu hasil ikutan masih dapat dimanfaatkan untuk pupuk, kerajinan dan pakan ternak.



5. PERSYARATAN LOKASI



Dekat sumber air, jauh dari tempat kediaman, bebas gangguan asap, bau-bauan, suara bising dan terlindung dari predator.



6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA



Yang perlu diperhatikan dalam usaha ternak kelinci adalah persiapan lokasi yang sesuai, pembuatan kandang, penyediaan bibit dan penyediaan pakan.



  1. Penyiapan Sarana dan Perlengkapan

    Fungsi kandang sebagai tempat berkembangbiak dengan suhu ideal 21° C, sirkulasi udara lancar, lama pencahayaan ideal 12 jam dan melindungi ternak dari predator. Menurut kegunaan, kandang kelinci dibedakan menjadi kandang induk. Untuk induk/kelinci dewasa atau induk dan anak-anaknya, kandang jantan, khusus untuk pejantan dengan ukuran lebih besar dan Kandang anak lepas sapih. Untuk menghindari perkawinan awal kelompok dilakukan pemisahan antara jantan dan betina. Kandang berukuran 200×70x70 cm tinggi alas 50 cm cukup untuk 12 ekor betina/10 ekor jantan. Kandang anak (kotak beranak) ukuran 50×30x45 cm.


    Menurut bentuknya kandang kelinci dibagi menjadi:

    1. Kandang sistem postal, tanpa halaman pengumbaran, ditempatkan dalam ruangan dan cocok untuk kelinci muda.

    2. Kandang sistem ranch ; dilengkapi dengan halaman pengumbaran.

    3. Kandang battery; mirip sangkar berderet dimana satu sangkar untuk satu ekor dengan konstruksi Flatdech Battery (berjajar), Tier Battery (bertingkat), Pyramidal Battery (susun piramid).

      Perlengkapan kandang yang diperlukan adalah tempat pakan dan minum yang tahan pecah dan mudah dibersihkan.



  2. Pembibitan


    Untuk syarat ternak tergantung dari tujuan utama pemeliharaan kelinci tersebut. Untuk tujuan jenis bulu maka jenis Angora, American Chinchilla dan Rex merupakan ternak yang cocok. Sedang untuk tujuan daging maka jenis Belgian, Californian, Flemish Giant, Havana, Himalayan dan New Zealand merupakan ternak yang cocok dipelihara.

    1. Pemilihan bibit dan calon induk

      Bila peternakan bertujuan untuk daging, dipilih jenis kelinci yang berbobot badan dan tinggi dengan perdagingan yang baik, sedangkan untuk tujuan bulu jelas memilih bibit-bibit yang punya potensi genetik pertumbuhan bulu yang baik. Secara spesifik untuk keduanya harus punya sifat fertilitas tinggi, tidak mudah nervous, tidak cacat, mata bersih dan terawat, bulu tidak kusam, lincah/aktif bergerak.

    2. Perawatan Bibit dan calon induk

      Perawatan bibit menentukan kualitas induk yang baik pula, oleh karena itu perawatan utama yang perlu perhatian adalah pemberian pakan yang cukup, pengaturan dan sanitasi kandang yang baik serta mencegah kandang dari gangguan luar.

    3. Sistem Pemuliabiakan

      Untuk mendapat keturunan yang lebih baik dan mempertahankan sifat yang spesifik maka pembiakan dibedakan dalam 3 kategori yaitu:

      1. In Breeding (silang dalam), untuk mempertahankan dan menonjolkan sifat spesifik misalnya bulu, proporsi daging.

      2. Cross Breeding (silang luar), untuk mendapatkan keturunan lebih baik/menambah sifat-sifat unggul.

      3. Pure Line Breeding (silang antara bibit murai), untuk mendapat bangsa/jenis baru yang diharapkan memiliki penampilan yang merupakan

        perpaduan 2 keunggulan bibit.



    4. Reproduksi dan Perkawinan

      Kelinci betina segera dikawinkan ketika mencapai dewasa pada umur 5 bulan (betina dan jantan). Bila terlalu muda kesehatan terganggu dan mortalitas anak tinggi. Bila pejantan pertama kali mengawini, sebaiknya kawinkan dengan betina yang sudah pernah beranak. Waktu kawin pagi/sore


      hari di kandang pejantan dan biarkan hingga terjadi 2 kali perkawinan, setelah itu pejantan dipisahkan.

    5. Proses Kelahiran

      Setelah perkawinan kelinci akan mengalami kebuntingan selama 30-32 hari. Kebuntingan pada kelinci dapat dideteksi dengan meraba perut kelinci betina 12-14 hari setelah perkawinan, bila terasa ada bola-bola kecil berarti terjadi kebuntingan. Lima hari menjelang kelahiran induk dipindah ke kandang beranak untuk memberi kesempatan menyiapkan penghangat dengan cara merontokkan bulunya. Kelahiran kelinci yang sering terjadi malam hari dengan kondisi anak lemah, mata tertutup dan tidak berbulu. Jumlah anak yang dilahirkan bervariasi sekitar 6-10 ekor.



  3. Pemeliharaan

    1. Sanitasi dan Tindakan Preventif

      Tempat pemeliharaan diusahakan selalu kering agar tidak jadi sarang penyakit. Tempat yang lembab dan basah menyebabkan kelinci mudah pilek dan terserang penyakit kulit.

    2. Pengontrolan Penyakit


      Kelinci yang terserang penyakit umumnya punya gejala lesu, nafsu makan turun, suhu badan naik dan mata sayu. Bila kelinci menunjukkan hal ini segera dikarantinakan dan benda pencemar juga segera disingkirkan untuk mencegah wabah penyakit.

    3. Perawatan Ternak

      Penyapihan anak kelinci dilakukan setelah umur 7-8 minggu. Anak sapihan ditempatkan kandang tersendiri dengan isi 2-3 ekor/kandang dan disediakan pakan yang cukup dan berkualitas. Pemisahan berdasar kelamin perlu untuk mencegah dewasa yang terlalu dini. Pengebirian dapat dilakukan saat menjelang dewasa. Umumnya dilakukan pada kelinci jantan dengan membuang testisnya.

    4. Pemberian Pakan

      Jenis pakan yang diberikan meliputi hijauan meliputi rumput lapangan, rumput gajah, sayuran meliputi kol, sawi, kangkung, daun kacang, daun turi dan daun kacang panjang, biji-bijian/pakan penguat meliputi jagung, kacang hijau, padi, kacang tanah, sorghum, dedak dan bungkil-bungkilan. Untuk memenuhi pakan ini perlu pakan tambahn berupa konsentrat yang dapat dibeli di toko pakan ternak. Pakan dan minum diberikan dipagi hari sekitar pukul 10.00. Kelinci diberi pakan dedak yang dicampur sedikit air. Pukul 13.00 diberi rumput sedikit/secukupnya dan pukul 18.00 rumput diberikan dalam jumlah yang lebih banyak. Pemberian air minum perlu disediakan di kandang untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuhnya.

    5. Pemeliharaan Kandang

      Lantai/alas kandang, tempat pakan dan minum, sisa pakan dan kotoran kelinci setiap hari harus dibersihkan untuk menghindari timbulnya penyakit. Sinar matahari pagi harus masuk ke kandang untuk membunuh bibit penyakit. Dinding kandang dicat dengan kapur/ter. Kandang bekas kelinci sakit


      dibersihkan dengan kreolin/lysol.





7. HAMA DAN PENYAKIT



  1. Bisul

    Penyebab: terjadinya pengumpulan darah kotor di bawah kulit.

    Pengendalian: pembedahan dan pengeluaran darah kotor selanjutnya diberi Jodium.

  2. Kudis


    Penyebab: Darcoptes scabiei. Gejala: ditandai dengan koreng di tubuh.

    Pengendalian: dengan antibiotik salep.

  3. Eksim

    Penyebab: kotoran yang menempel di kulit.

    Pengendalian: menggunakan salep/bedak Salicyl.

  4. Penyakit telinga

    Penyebab: kutu.

    Pengendalian: meneteskan minyak nabati.

  5. Penyakit kulit kepala

    Penyebab: jamur.

    Gejala: timbul semacam sisik pada kepala.

    Pengendalian: dengan bubuk belerang.

  6. Penyakit mata

    Penyebab: bakteri dan debu.

    Gejala: mata basah dan berair terus.

    Pengendalian: dengan salep mata.

  7. Mastitis

    Penyebab: susu yang keluar sedikit/tak dapat keluar.

    Gejala: puting mengeras dan panas bila dipegang.

    Pengendalian: dengan tidak menyapih anak terlalu mendadak.

  8. Pilek

    Penyebab: virus.

    Gejala: hidung berair terus.

    Pengendalian: penyemprotan antiseptik pada hidung.

  9. Radang paru-paru

    Penyebab: bakteri Pasteurella multocida.

    Gejala: napas sesak, mata dan telinga kebiruan.

    Pengendalian: diberi minum Sul-Q-nox.

  10. Berak darah

    Penyebab: protozoa Eimeira.

    Gejala: nafsu makan hilang, tubuh kurus, perut membesar dan mencret darah.

    Pengendalian: diberi minum sulfaquinxalin dosis 12 ml dalam 1 liter air.

  11. Hama pada kelinci umumnya merupakan predator dari kelinci seperti anjing. Pada umumnya pencegahan dan pengendalianhama dan penyakit dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan kandang, pemberian pakan yang sesuai dan memenuhi gizi dan penyingkiran sesegera mungkin ternak yang sakit.



8. PANEN



  1. Hasil Utama

    Hasil utama kelinci adalah daging dan bulu

  2. Hasil Tambahan

    Hasil tambahan berupa kotoran untuk pupuk

  3. Penangkapan

    Kemudian yang perlu diperhatikan cara memegang kelinci hendaknya yang benar agar kelinci tidak kesakitan.



9. PASCAPANEN



  1. Stoving

    Kelinci dipuasakan 6-10 jam sebelum potong untuk mengosongkan usus. Pemberian minum tetap .

  2. Pemotongan


    Pemotongan dapat dengan 3 cara:

    1. Pemukulan pendahuluan, kelinci dipukul dengan benda tumpul pada kepala dan saat koma disembelih.

    2. Pematahan tulang leher, dipatahkan dengan tarikan pada tulang leher. Cara ini kurang baik.

    3. Pemotongan biasa, sama seperti memotong ternak lain.



  3. Pengulitan

    Dilaksanakan mulai dari kaki belakang ke arah kepala dengan posisi kelinci digantung.

  4. Pengeluaran Jeroan

    Kulit perut disayat dari pusar ke ekor kemudian jeroan seperti usus, jantung dan paru-paru dikeluarkan. Yang perlu diperhatikan kandung kemih jangan sampai pecah karena dapat mempengaruhi kualitas karkas.

  5. Pemotongan Karkas

    Kelinci dipotong jadi 8 bagian, 2 potong kaki depan, 2 potong kaki belakang, 2 potong bagian dada dan 2 potong bagian belakang. Presentase karkas yang baik 49-52%.



10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA



  1. Analisa Usaha Budidaya

    Perkiraan analisis budidaya kelinci didasarkan pada jumlah ternak per 20 ekor induk:


    1. Biaya Produksi

      1. Kandang dan perlengkapan Rp. 1.000.000,-

      2. Bibit induk 20 ekor @ Rp. 30.000, Rp. 600.000,-

      3. Pejantan 3 ekor @ Rp. 20.000,- Rp. 60.000,-

      4. Pakan

        • Sayur + rumput Rp. 1.000.000,-

        • Konsetrat (pakan tambahan) Rp. 2.000.000,-



      5. Obat Rp. 1.000.000,-

      6. Tenaga kerja 2 x 12 x Rp. 150.000,- Rp. 3.600.000,-

        Jumlah biaya produksi Rp. 9.260.000,-



    2. Pendapatan

      Kelahiran hidup/induk/tahun = 31 ekor

      Penjualan:

      1. Bibit: 20 x 15 x Rp. 20.000,- Rp. 6.000.000,-

      2. Kelinci potong 20 x 15 x Rp. 50.000,- Rp. 15.000.000,-

      3. Feses/kotoran Rp. 60.000,-

      4. Bulu Rp. 750.000,-

        Jumlah pendapatan Rp. 21.810.000,-



    3. Keuntungan Rp. 12.550.000,-

    4. Parameter kelayakan usaha : - B/C ratio = 2,36



  2. Gambaran Peluang Agribisnis

    Gerakan peningkatan gizi yang dicanangkan pemerintah terutama yang berasal dari protein hewani sampai saat ini masih belum terpenuhi. Kebutuhan daging kita masih banyak dipenuhi dari impor. Kelinci yang punya keunggulan dalam cepatnya berkembang, mutu daging yang tinggi, pemeliharaan mudah dan rendahnya biaya produksi menjadikan ternak ini sangat potensial untuk dikembangkan. Apalagi didukung dengan permintaan pasar dan harga daging maupun bulu yang cukup tinggi.



11. DAFTAR PUSTAKA



  1. Anonymous, 1986, Pemeliharaan Kelinci dan Burung Puyuh, Yasaguna, Jakarta.

  2. Kartadisastra. HR, 1995, Beternak Kelinci Unggul, Kanisius, Yogyakarta.

  3. Sarwono. B, 1985, Beternak Kelinci Unggul, Penebar Swadaya, Jakarta.

  4. Yunus. M dan Minarti. S, 1990, Aneka Ternak, Universitas Brawijaya, Malang.



12. KONTAK HUBUNGAN



  1. Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan – BAPPENAS Jl.Sunda Kelapa No. 7 Jakarta, Tel. 021 390 9829 , Fax. 021 390 9829

  2. Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi, Deputi Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Iptek, Gedung II BPPT Lantai 6, Jl. M.H.Thamrin No. 8, Jakarta 10340, Indonesia, Tel. +62 21 316 9166~69, Fax. +62 21 310 1952, Situs Web: http://www.ristek.go.id



Sumber : Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan, Bappenas

03.18 | 0 komentar | Read More

Kotoran Kelinci Jadi Alternatif Pupuk


kelinciSurabaya – Kotoran dan urine kelinci dapat digunakan untuk membuat tanah lebih subur, gembur dan lebih mudah diolah. Kotoran dan urine kelinci meski mengandung zat hara yang lebih sedikit, namun mempunyai kelebihan yaitu dapat memperbaiki sifat tanah.



Kelinci merupakan ternak yang dapat menghasilkan kotoran dan urine dalam jumlah yang banyak. Dengan pengolahan yang sederhana kotoran dapat dibuat menjadi pupuk organik yang bermanfaat bagi peningkatan kesuburan tanah di areal tanaman hias, sayuran dan hortikultura.



“Pupuk kandang yang berasal dari kotoran ternak mengandung zat hara yang lebih sedikit, namun mempunyai kelebihan yaitu dapat memperbaiki sifat tanah. Dengan demikian pupuk kandang dapat membuat tanah lebih subur, gembur dan lebih mudah diolah,” ujar Sekertaris Disnak Jatim, Heny Muhardini, Rabu (14/4/2010).



Dua aspek penting dalam penggunaan kotoran ternak kelinci sebagai pupuk yaitu nilai penggunaannya dan sebagai sumber hara yang dibutuhkan oleh tanah. Sedangkan dari sisi nilai jual pupuk kelinci dikisaran Rp 3.000,-/kg dan harga urine kelinci Rp 5.000,-/liter.(wak)

03.11 | 0 komentar | Read More

Ciri-ciri kelinci hamil

Setelah 7 hari dikawinkan, biasanya janin mulai tumbuh. Tetapi hal ini belum tentu mudah mengenali kehamilan secara pasti. Hanya peternak yang sudah lama saja yang peka letak kehamilan kelinci pada umur 7 hari. Pada umur perkawinan 14 hari kita sudah bisa mendapatkan kejelasan. Ciri-cirinya di antaranya ialah. bagian mulut sedikit kemerah-merahan. (2) terkadang merasa stress, mengorek-ngorek kandang. Kalau missal dikeluarkan dari kandang dan menemukan tanah, ia akan langsung mengaduk-aduk tanah sebagai tempat persembunyian. (pada umur 17 hari biasanya stress meningkat). Tak usah buru-buru memberikan kotak. Tunggu sampai umur kehamilan diatas 25 hari. (3) makan banyak dan selalu lapar. Anda harus serius dalam hal pakan, jangan sampai sering kelaparan sehingga stress bertambah. Kekurangan pakan dan air minum bisa mengakibatkan kanibal, atau tidak mau menyusui. 4) pada umur kehamilan 17 hari sudah bisa diraba bagian bawah perut. Cara meraba yang akurat dengan mengangkat kelinci lalu ditaruh dipangkuan kita. Elus-elus dulu sebelum tangan kita masuk ke bagian perut bawah. Sebab kalau tangan kita langsung nyosor bagian perut kelinci hamil bisa berontak. Kalau sudah diraba, elus-elus pelan, kalau belum yakin terasa, tekan sedikit jari anda, meraba rata bagian perut, bagian tengah sampai belakang. Jika hamil akan terasa beberapa benjolan seperti kelereng. pada umur kandungan 23 hari sangat jelas terasa dan pada umur 29 hari saat induk mulai gusar dengan hidung memerah biji-biji “kelereng” di dalam perut itu semakin menurun mendekati vagina.

Kalau sudah dikawinkan tetapi pada umur 35 hari tidak berhasil itu bisa jadi bunting semu. Atau saat mengawinkan tidak benar.

Apakah perlu tidak usah menunggu 35 hari kita bisa mengawinkan?

Jika Anda yakin bahwa kelinci tidak hamil boleh saja. Lakukan pada umur kehamilan 20 hari sejak kawin yang Anda anggap gagal tersebut. Tetapi jika Anda ragu apakah kelinci gagal hamil atau memang benar hamil, sebaiknya kita bersabar sampai umur perkawinan benar-benar melewati 30 hari. Sebab kalau kita nekad mengawinka lagi pada saat kelinci hamil bisa jadi nanti hamil susulan. Harus diingat, tidak setiap kelinci yang hamil menolak kawin, sebagian ada yang mau kawin. (Penjelasan ini sebagian disandur dari Buku Kelinci Pemeliharaan Secara Ilmiah, Tepat dan Terpadu.)
03.10 | 0 komentar | Read More

manfaat Kotoran Kelinci

Siapapun pasti tidak dapat menyangkal, bahwa daging kelinci sangat enak rasanya, apalagi kalau daging tersebut disajikan dalam bentuk sate. Oleh karena itulah tidak ada yang meragukan manfaat daging kelinci. Tetapi siapa sangka ternyata kelinci bukan hanya bermanfaat dagingnya saja. Kotorannya juga dapat bermanfaat.

Kita dapat mempergunakan kotoran kelinci sebagai pupuk. Pupuk tersebut di namai Pupuk Cair Organik. Di bawah ini akan diuraikan langkah-langkah pembuatan pupuk cair dengan bantuan kotoran kelinci :

1. Siapkan wadah dengan kedalaman 10 cm

2. Masukkan serbuk gergaji (serbuk pohon kelapa) secukupnya ke dalam wadah

3. Lalu kelinci dimasukkan ke dalam wadah itu

4. Kotoran dan kencing kelinci akan langsung bercampur dengan serbuk gergaji

5. Setelah 4-5 hari, biasanya tumbuh jamur di serbuk gergaji, berarti serbuk gergaji sudah jenuh dengan kotoran. Jamur yang tumbuh itu untuk memakan bakteri

6. Selanjutnya serbuk gergaji dipindahkan ke ember, masukkan air panas sampai seluruh serbuk gergaji terendam. Biarkan campuran basah itu selama dua malam

7. Setelah itu bahan serbuk gergaji disaring. Cairan hasil saringan diaduk-aduk agar fermentasi merata. Jika timbul bintik-bintik putih (jamur), air hasil saringan harus diaduk lagi. Munculnya bintik-bintik putih menjadi petanda senyawa organik dalam cairan belum terurai. Ulang lagi pengadukan sampai bintik putih menghilang selama kurang lebih 21 hari.

8. setelah stabil, cairan itu menjadi pupuk cair organik yang bisa bertahan lama karena mengandung bakteri yang mempunyai system pertahanan diri

Pupuk cair bisa di semprotkan pada daun atau pada tanah. Konsentrasi penggunaannya: 4 ml pupuk cair dicampur dengan 1 liter air. Ampas sisa penyaringan juga bisa digunakan sebagai media hidup cacing tanah. Siapa yang mau mencoba?

Mei Sarumaha, SP.
03.09 | 0 komentar | Read More

Kelinci sebagai Hewan Hias

Istilah Kelinci (indonesia), rabbit (Inggris), atau arnab yang digunakan orang Arab atau Malaysia adalah bagian dari dunia satwa yang cukup mengundang ketertarikan setiap orang. Makhluk unik yang memiliki nilai manfaat mulai dari daging, bulu, feses dan air kencingnya ini terus berkembang dan mampu mengisi ruang publik pembicaraan dalam dunia peternakan kita.



Akhir-akhir ini fenomena kelinci hias sering muncul di berbagai media cetak dan televisi. Pemirsa di tanah air serasa mendapat pemandangan yang unik dengan peliharaan ini. Beberapa stasiun televisi maupun media cetak memandang sebagai sebuah fenomena hobi, bukan bisnis (peternakan). Para pemirsa televisi dibuat gemas oleh beragam jenis kelinci hias tersebut. Lucu, jinak dan benar-benar fenomena baru.



dsc03365.jpg





Kecenderungan ini wajar mengingat selama ini kita hanya tahu bahwa kelinci yang dipelihara masyarakat Indonesia jenisnya monoton dan hanya dipelihara untuk konsumsi daging. Memelihara kelinci, bagi para petani dilakukan sebagai peliharaan sambilan di samping memelihara kambing, domba atau sapi. Jenis kelinci yang selama ini dipelihara petani pun biasanya kelinci lokal yang tubuhnya kecil dan monoton bulunya.



Sekalipun pada dua tahun terakhir ini kelinci hias impor dari berbagai negara sudah mulai menggeliat namun tergolong sedikit dan hanya beredar di pulau jawa, terutama di kawasan Parongpong dan Lembang (Bandung), sebagian di Malang (Jawa Timur) dan beberapa kota lain. Tentu saja hal ini bisa dimaklumi karena selama ini pemikiran para petani masih cenderung tertutup dari informasi adanya kelinci import dari berbagai negeri asing. Memelihara kelinci hias sebenarnya sangat menyenangkan dan tidak gampang dibuat bosan. Semakin orang mendekat kepada makhuk aneh ini, seseorang akan semakin kecanduan dan menyayangi lebih dalam.



Sayangnya, sampai sekarang ini banyak orang yang ingin memelihara namun tidak mudah merealisasikan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya; butuh kandang dan tempat khusus. Karena itu bagi mereka yang tidak punya pekarangan akan sedikit kesulitan untuk memelihara sang kelinci.



Kedua, butuh ketelatenan dalam mengurus dan memperhatikan makanan maupun kesehatan. Ketiga, belum banyaknya stok kelinci di setiap kota sehingga orang tidak mudah mendapatkannya. Sekadar untuk memelihara dalam jumlah terbatas, misalnya dua atau tiga ekor sebagai hewan hias di rumah, barangkali tip berikut ini bisa sedikit membantu.



Pemilihan kelinci

Yang pertama dilakukan adalah memilih jenis kelinci yang anda sukai. Anda bisa memilih jenis kelinci berbulu panjang seperti angora, lion, fuzzy lop. Sedangkan kelinci berbulu tebal tapi tidak panjang adalah jenis rex, satin, holand lop, flamish giant, new zealand. Sedangkan kelinci yang memiliki penampilan unik lain adalah jenis hotot dan dutch. Sampai sekarang di Indonesia ada sekitar 30 jenis dari 70 jenis kelinci yang ada di dunia. Namun banyaknya jenis ini sebagian memiliki akar keturunan yang hampir sama. Misalnya, dalam jenis hotot, ada hotot kecil dan hotot besar. Dalam jenis rex terdapat jenis-jenis rex lain semisal rex dulmation, rex mini, dll. Kelinci-kelinci di atas adalah hasil kreasi kawin silang di berbagai negara semenjak tahun 1850an hingga 1960an, di Perancis, Inggris dan Amerika Serikat.





Kelinci sehat




Setelah Anda memastikan pilihan pada jenis, giliran saatnya memilih kelinci yang ‘baik’. Perlu diketahui, kelinci sedikit memiliki kelemahan dalam hal fisik, yakni gampang mati. Karena itu memilih kelinci sehat adalah langkah awal yang harus diperhatikan. Pertama, jangan membeli kelinci di bawah umur 1,5 bulan, apalagi jika dibawa perjalanan jauh melebihi 7 jam perjalanan darat. Masa menyusui kelinci antara 32-37 hari. Jika anakan kelinci dipisahkan dari induk di bawah umur tersebut dipastikan tubuhnya rentan penyakit dan gampang mati. Kalau tidak ingin berisiko maka belilah kelinci pada usia di atas 3 bulan dan pada saat menyusui mencapai 37 hari.



Pemilihan ini tidak mudah mengingat pedagang sering tidak jujur dengan mengatakan kelincinya sudah melewati masa sapih. Bagi pembeli yang belum paham umur kelinci akan mengalami kesulitan karena selisih umur kelinci dari 25 hari hingga 40 hari kadang sulit dideteksi. Dari sisi tubuh, terkadang ada yang kecil namun umurnya sudah cukup, sedangkan sebagian kelinci nampak besar namun umurnya masih dini. Karena itu pembeli haruslah selektif datang ke peternak langsung yang tertib memberikan kalender penanggalan hari lahirnya dan perawatannya baik.





Kandang



Sekadar untuk hobi, kandang sebaiknya dibuat dari besi dan pagar kawat. Kelinci adalah hewan penggerat di mana gigi-giginya akan tumbuh sepanjang usianya. Akibatnya mereka sering menggerat. Mengerat di besi akan lebih baik ketimbang menggerat kayu. Dengan kandang besi, gigitan kelinci tidak akan kuat merobohkan kayu. Kalaupun kandang besi tergolong mahal, sebaiknya memakai bambu yang baik. Luas kandang tidak boleh sempit. Minimal berdiameter 50×60 cm. Akan lebih bagus jika luasnya 60×70 cm agar kelak saat melahirkan kita tidak bingung menyediakan tempat untuk anak-anaknya. Kandang yang sempit bisa mengakibatkan stress dan kegerahan.





dsc03064.jpg


Kandang harus terang pada malam hari dan mendapat pasokan sinar matahari saat pagi hari. Hindari tikus dan hewan peliharaan seperti kucing dan anjing karena kelinci akan merasa tidak tenteram dengan ketiga hewan tersebut. Kandang harus selalu bersih dari sisa-sisa makanan dan kotoran. Usahakan setiap seminggu sekali dibersihkan dengan memakai obat anti bakteri. Bisa menggunakan anti bakteri yang digunakan untuk peternakan unggas. Kandang juga tidak boleh melompong saat malam hari karena akan membuat kelinci kedinginan (terutama di daerah dingin). Kelinci memang tahan pada suhu dingin, namun tidak tahan terserang angin malam. Jika angin besar, tutup kandang rapat-rapat.




Makanan dan minuman



Makanan pokok kelinci adalah rumput. Umbi-umbian, seperti ubi jalar, singkong dan sayuran, termasuk wortel adalah variasi makanan yang tidak boleh diabaikan. Karena rumput belum tentu kita dapatkan, maka sebaiknya menggunakan pelet khusus kelinci. Jika pelet kelinci susah didapat, berikan makanan pelet unggas (yang biasa disebut BR 1, BR 2 dll). Pelet unggas terbuat dari dedak, bijian, bekatul. Karena itu usahakan harus ada serat dari rumput dan sedikit sayuran segar, atau wortel sebagai makanan tambahan.



Pelet akan memudahkan kita karena bisa ditimbun dalam waktu yang relatif lama. Dengan begitu kita tidak usah bingung makanan pokoknya. Sayuran bisa kita dapatkan sambil belanja ke pasar. Minuman adalah hal yang primer bagi kelinci, apalagi saat kelinci kurang rumput dan sayuran. Jika ada yang mengatakan kelinci tidak butuh minuman karena kadar air pada sayuran dan rumput sudah cukup, ini sebenarnya menyesatkan. Air memang cukup, tapi setiap makhluk hidup memiliki rasa haus sehingga butuh air minum khusus. Minuman kelinci setiap hari cukup setengah gelas. Pada masa kehamilan biasanya minumnya akan lebih banyak.





dsc03175.jpg


Makanan dan kandang sangat menentukan kesehatan kelinci. Kelinci biasanya sangat rawan terserang penyakit mencret terutama di bawah umur 3 bulan. Mencret sering mengakibatkan kematian. Langkah penanganannya adalah dengan menyuntik (pada bagian paha) dengan obat mencret hewan. Obat untuk suntik ini bisa memakai obat yang biasa dipakai untuk menyuntik sapi, kambing atau unggas.



Kelinci sakit biasanya nafsu makannya menurun drastis. Karena itu perlu memberikan vitamin untuk menambah nafsu makan. Saat mencret, jauhkan makanan berkadar air seperti rumput, sayuran dan wortel. Ganti dengan hay (rumput kering) dan pelet saja. Memelihara kelinci memang sedikit membutuhkan ketelatenan dan ketekunan. Butuh kebiasaan yang baik untuk memperhatikan hewan. Dari situlah nanti kita akan sadar betapa pentingnya kesehatan manusia. Kita bisa belajar dari kelinci tentang banyak hal, mulai dari pola makan yang baik, kebersihan dan kesehatan. (Naskah ini pernah dimuat di majalah infovet edisi pebruari 2008)

03.06 | 0 komentar | Read More