Pages

Subscribe:

Labels

Prinsip Einstein

Albert EinsteinSiapa yang tak kenal dengan tokoh ini? dia adalah seorang ilmuwan fisika teoretis yang dipandang luas sebagai ilmuwan terbesar abad ke-20. Dia mengemukakan teori relativitas, mekanika kuantum, mekanika statistik, dan kosmologi. Dia juga pernah dianugerahi Penghargaan Nobel Fisika pada tahun 1921 – untuk penjelasannya tentang efek fotoelektrik dan “pengabdiannya bagi Fisika Teoretis”. Bahkan, hingga saat ini Einstein selalu dijadikan sebagai simbol ‘kecerdasan’ atau ‘kejeniusan’ itu sendiri.


Tetapi  Albert Einstein juga bukan sekedar ilmuwan melulu. Di sisi lain, Einstein sangat ahli memainkan biola. waktu muda, ia sangat terkenal dengan permainan biolanya. Ia sangat mahir memainkan berbagai musik klasik, dari Mozart hingga Beethoven. “Life without playing music is inconceivable for me.” katanya. Bahkan konon, istri keduanya jatuh cinta pada Einstein gara-gara terkesan pada permainan biolanya.


Yup.. Einstein memang seorang penderita disleksia. Tapi justru sindrom inilah yang membuat ia berbeda dengan ilmuwan biasa. Beberapa ahli berpendapat bahwa disleksia-lah yang menyebabkan einstein tumbuh menjadi seseorang yang multitalent dan ‘lain’. Cara pandang, proses berpikir, dan output yang dihasilkan Einstein selalu tidak bisa ditebak, dia bisa menghasilkan sesuatu yang belum pernah terlintas dalam pikiran orang biasa.


Einstein juga seorang filsuf. Beberapa tulisannya mengenai filsafat dan prinsip hidup telah berhasil mencengangkan orang-orang pada jamannya.  Apa saja prinsip-prinsip hidup yang pernah dihasilkan dari otaknya? uraian berikut ini adalah beberapa diantaranya.



Ilmu Pengetahuan

Ilmu pengetahuan adalah pencapaian terbaik bagi seluruh umat manusia, sekalipun cuma dihasilkan oleh beberapa gelintir manusia saja.


Otoritas

Hidup telah membuat saya memiliki otoritas – terhadap hidup saya sendiri.


Kebenaran

Lebih mudah mengatakan kebohongan – daripada mengenali kebenaran.


Kerjasama

Lebih dari seratus kali sehari – saya mengingatkan diri saya, bahwa saya hidup – karena hasil kerja keras orang lain. Baik yang masih hidup maupun yang sudah mati. Maka, saya harus bekerja keras – untuk memberikan sesuatu yang sebanding – dengan yang telah dan yang masih saya terima – hingga hari ini.


Kebijaksanaan


Kebijaksanaan bukan sebuah produk dari sekolah, dibutuhkan waktu seumur hidup untuk mencapai kebijaksanaan.


Kebahagiaan

Seseorang bahagia jika dia bisa hidup pada saat ini. Jika seseorang terlalu banyak berpikir tentang hari esok, maka  dia akan kehilangan kebahagiaannya.


Terkenal

Ketenaran hanya membuat seseorang menjadi semakin bodoh dan bodoh.


Hidup

Hidup itu suci, hidup adalah nilai tertinggi dari semua yang ada.


Kedewasaan


Aku akan disebut dewasa – saat tidak ada orang yang mengingatkan saya -  bahwa saya lupa memakai kaos kaki.


Kehormatan

Bekerja adalah satu-satunya cara untuk membuat seseorang menjadi tidak gila hormat.


Teori Relativitas

Satu jam duduk bersama seorang gadis cantik terasa seperti satu menit, tetapi duduk di atas kompor selama satu menit akan terasa seperti satu jam.


Takut

Ketakutan dan kebodohan biasanya menjadi dasar – atas semua tindakan manusia.


Tujuan


Jangan tentukan tujuan hidup yang simpel dan mudah dicapai. Tetapi tentukan tujuan hidup yang sulit dan tidak masuk akal, agar engkau akan dapat mengupayakan seluruh hidupmu untuk mencapainya.


Rasisme

Satu-satunya cara menangkal rasisme adalah dengan pendidikan dan pencerahan, tetapi ini akan memakan waktu  lama dan sangat melelahkan.


Kesendirian

Saya selalu hidup sendiri dan diasingkan sewaktu muda, tetapi kesendirian dan pengasingan itu berhasil membawa saya – di tengah kerumunan orang sewaktu saya tua.


Nilai

Cobalah untuk tidak hanya berusaha menjadi orang sukses, tetapi berusahalah untuk menjadi orang yang bernilai.


Imajinasi


Imajinasi dan kreatifitas lebih penting dari seluruh ilmu pengetahuan yang ada.



(dari berbagai sumber)